BEAUTY & HEALTH

Tiga Produk Skincare yang Wajib Dimiliki. Fungsinya Nggak Main-Main!

Basic skincare yang wajib dimiliki. (Foto. Unsplash)
Fenews

Banyak orang beranggapan bahwa merawat kulit membutuhkan banyak produk dengan tahapan panjang. Namun menurut dr. Tompi, hal itu tidak sepenuhnya benar. Dokter bedah plastik yang juga musisi ini menegaskan bahwa kulit sehat bisa didapatkan dengan cara sederhana.

Dalam perbincangannya bersama TS Media, ia menekankan bahwa perawatan kulit yang efektif justru cukup dengan tiga produk dasar saja. Apa saja?

  1. Sabun Wajah

Sabun wajah menjadi langkah paling dasar dalam perawatan kulit. Tugasnya sederhana, yaitu membersihkan kotoran, minyak, serta polusi yang menempel sepanjang hari tanpa merusak lapisan pelindung alami kulit. Karena itu, sabun yang digunakan pun sebaiknya lembut dan disesuaikan dengan jenis kulit. Sabun yang salah justru bisa membuat kulit kering dan iritasi.

  1. Pelembab

Produk kedua yang wajib dimiliki adalah pelembap. Pelembap berfungsi menjaga skin barrier atau lapisan pertahanan kulit agar tetap sehat sehingga kulit mampu mempertahankan kelembapannya. Tanpa pelembap, kulit bisa menjadi kering, sensitif, bahkan lebih rentan terhadap masalah seperti flek atau melasma. Bagi dr. Tompi, kunci kulit sehat bukan pada banyaknya produk, tetapi pada kemampuan menjaga kelembaban dan fungsi pelindung kulit.

Pelembab untuk menghindari kulit kering dan sensitif. (Foto. Unsplash)

Baca juga: Mengikuti Tren Skincare, Benarkah Lebih Berbahaya daripada Tidak Merawat Kulit Sama Sekali?

  1. Tabir Surya (Sunscreen)

Produk ketiga adalah tabir surya. Sering kali dianggap sepele, padahal sunscreen punya peran besar dalam melindungi kulit dari kerusakan jangka panjang. “Pada orang-orang dengan skin barrier yang udah rusak, ya kamu perlu tambahan payung nih, ya itulah gunanya sunblock. Bahkan di dalam ruangan pun kalau parah banget, cahaya lampu atau layar laptop bisa bikin masalah,” ujar dr. Tompi. Dengan pemakaian rutin, sunscreen mampu mencegah penuaan dini, munculnya flek, serta kerusakan jaringan kulit akibat sinar UV.

Menariknya, dr. Tompi juga membagikan hal penting tentang perawatan kulit. Ia menegaskan bahwa kulit sebenarnya punya mekanisme alami untuk regenerasi, sehingga tidak perlu dipaksa dengan terlalu banyak treatment dan penggunaan produk. Justru, perawatan berlebihan seperti eksfoliasi terus-menerus atau penggunaan krim keras bisa merusak skin barrier. Kulit menjadi tipis, sensitif, dan mudah bermasalah. Jika barrier tetap sehat, kulit mampu pulih sendiri meski terpapar matahari. *tes