RELATIONSHIP

Tersinggung Saat Dikritik Orang Terdekat? Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi Dikritik oleh Teman (Foto. Net)
Fenews

Pernahkah kamu merasa tersinggung ketika menerima kritik dari orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau pasangan? Meskipun niatnya mungkin baik, kritik dari mereka sering kali terasa lebih personal dan menyakitkan dibandingkan kritik dari orang lain.

Hal ini wajar terjadi, karena dalam hubungan yang dekat, kita memiliki harapan akan penerimaan dan pengertian. Ketika kritik datang justru dari mereka yang kita percaya, emosi pun mudah tersulut, mulai dari kecewa, marah, hingga overthinking. Untuk itu, cobalah lakukan langkah-langkah berikut ini agar bisa tetap tenang saat dikritik oleh orang terdekat.

1. Menahan Diri

Jika menerima kritik dari orang terdekat, janganlah terburu-buru untuk merespons. Pause sejenak dengan menarik napas dalam-dalam, dan beri ruang bagi dirimu untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan. Sebab, reaksi pertama sering kali didorong oleh emosi, bukan logika.

2. Validasi Emosimu

Tak apa jika kamu merasa kesal, kecewa, atau bahkan sakit hati. Ini adalah hal yang wajar. Tetapi, jangan biarkan emosimu mengendalikan responsmu. Kenali perasaan itu terlebih dahulu, lalu beri jeda agar kamu bisa berpikir jernih.

3. Dengarkan dengan Niat Memahami, Bukan Membela Diri

Terkadang kita terlalu sibuk mencari alasan atau pembenaran, sampai lupa mendengarkan. Untuk itu, cobalah fokus pada inti kritikannya. Apa yang sebenarnya ingin disampaikan? Karena bisa saja ada pesan baik yang tertutup oleh cara penyampaiannya.

Baca juga: Sebelum Mencintai Orang Lain, Sudahkah Anda Mencintai Diri Sendiri?

4. Evaluasi dan Ambil yang Berguna

Setelah emosi mereda, pikirkan kembali isi kritik tersebut. Apa yang bisa kamu ambil untuk perbaikan diri? Pilihlah kritik yang membangun, dan abaikan bagian yang tidak relevan agar tidak merasa terbebani.

5. Bicarakan Baik-Baik Jika Masih Mengganjal

Jika setelah semuanya kamu masih merasa tak nyaman, maka tak apa untuk menyampaikan perasaanmu. Tetapi sampaikanlah dengan tenang dan jelas, tanpa menyudutkan. Sebab, tujuannya adalah saling memahami, bukan saling menyakiti. *ang