EVENTPLEASURE

MYZE HOTEL Sumenep Memadukan Kopi dan Mocktail di Festival Kopi EKRAF 2025

MYZE HOTEL Sumenep (Foto: Instagram/myzehotel.sumenep)
Fenews

Terletak di ujung timur Pulau Madura, MYZE Hotel Sumenep bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan bagi tamu maupun masyarakat sekitar. Lewat tangan kreatif barista berpengalaman, MYZE Hotel ikut meramaikan dan memamerkan tenant Festival Kopi dan EKRAF Jawa Timur 2025 dengan mengangkat kopi lokal yang bervariasi hingga menjadi sajian berkelas yang mencerminkan kekayaan rasa Nusantara. 

Sosok di balik inovasi minuman khas MYZE Hotel tersebut bernama Agung Syaifullah Karunia Putra, seorang barista sekaligus praktisi F&B yang telah berkecimpung dalam dunia perkopian selama 10 tahun menjadi barista. Pria kelahiran Sumenep itu mengaku bangga bisa membawa potensi kopi lokal ke panggung yang lebih luas. “Kami menggunakan biji arabika dari Semeru dan robusta dari Ijen. Semuanya full lokal karena karakter kopi Indonesia itu unik, fruity, dan mudah dikembangkan untuk berbagai kreasi,” jelas barista MYZE Hotel itu.

Agung menjelaskan bahwa pemilihan biji kopi dari daerah Jawa Timur bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kopi dari Semeru dan Ijen memiliki cita rasa yang mudah diolah, baik untuk manual brew maupun untuk racikan minuman berbasis mixology. Hal ini memungkinkan barista berkreasi dengan rasa manis, asam, dan aroma khas yang menonjolkan identitas kopi Indonesia. “Kopi lokal kita juga cocok dikombinasikan dengan bahan-bahan mixology non-alkohol, hasilnya tetap seimbang dan segar,” imbuh Agung.

Kopi Varian Potre Koneng MYZE Hotel Sumenep di Festival Kopi dan EKRAF Jawa Timur 2025 (Foto: Aegist)

Baca Juga: Festival Kopi dan EKRAF Jawa Timur 2025 Kembali Digelar di Surabaya

Varian menu kopi yang disajikan oleh MYZE Hotel terbilang cukup lengkap, mulai dari espresso, americano, latte, hingga cappuccino. Agung menyebutkan, menu klasik tersebut tetap diminati oleh para tamu, terutama karena disajikan dengan standar kualitas yang tinggi. Selain itu, hotel ini juga memiliki berbagai varian latte dengan rasa caramel, vanilla, hingga grenadine yang menjadi kegemaran anak muda. “Kami ingin semua kalangan bisa menikmati kopi dengan gaya mereka sendiri,” ujarnya.

Tak hanya varian menu kopi, MYZE Hotel juga memperkenalkan sejumlah mocktail unik yang dikembangkan berdasarkan selera masyarakat Sumenep. Salah satu menu yang dicap sebagai best seller adalah ‘Potre Koneng’, minuman berwarna kuning cerah yang terinspirasi dari sosok istri Jokotole, seorang tokoh legendaris asal Sumenep. “Kami ingin menghadirkan cita rasa yang merepresentasikan karakter masyarakat Sumenep seperti manis, dan menyegarkan’” kata Agung sembari tersenyum.

Selain ‘Potre Koneng’, dua mocktail unggulan lainnya yang tak kalah menarik perhatian adalah ‘Red Romantic’ dan ‘Strawberry Granita’. Retromantik adalah minuman yang menonjolkan kesegaran jus guava, sementara Strawberry Granita sendiri merupakan minuman dengan cita rasa autentik yang menghadirkan warna alami dari bunga telang, memunculkan gradasi biru lembut nan estetik pada gelas. Kombinasi warna dan rasa dari kedua minuman tersebut membuat tampilannya semakin menarik para pengunjung. “Tampilan itu penting, karena di dunia barista dan mixology, rasa dan visual harus berjalan beriringan,” tutur Agung.

Agung juga menekankan pentingnya presentation dalam setiap penyajian minuman khas MYZE Hotel. Ia menggunakan teknik shaking untuk menciptakan busa alami dan visual yang lebih memikat. “Secara visual, minuman yang cantik akan membuat orang tertarik untuk mencobanya. Di MYZE Hotel, kami ingin memberikan pengalaman rasa dan tampilan yang sama-sama memuaskan,” tambahnya. Ia percaya bahwa visual yang menarik adalah bagian dari seni dalam dunia minuman.

Kopi Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep (Foto: Instagram/myzehotel.sumenep)

Baca Juga: Disbudpar Provinsi Jatim Gelar Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2025

Pada kesempatan yang sama, Agung turut menuturkan bahwa tren minum kopi di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, kini semakin kreatif dan fleksibel. Salah satu menu yang sedang populer saat ini adalah iced americano, karena dianggap lebih ringan dan cocok bagi yang ingin menjaga pola hidup sehat. “Americano itu klasik, tapi bisa dikreasikan dengan berbagai bahan seperti orange juice atau varian citrus lain. Barista punya ruang luas untuk berinovasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa tren ini membuat industri kopi semakin hidup dan dinamis.

Seiring dengan perkembangan tren lifestyle, MYZE Hotel selalu berupaya menghadirkan inovasi-inovasi baru demi menyesuaikan diri dengan selera pasar yang semakin beragam. Dengan perpaduan antara cita rasa lokal dan teknik penyajian modern, hotel ini menjadi destinasi baru bagi para penikmat kopi hingga penggemar minuman segar. Tak hanya tamu hotel, masyarakat Sumenep juga menjadikan MYZE Hotel sebagai tempat nongkrong untuk menikmati suasana sambil menyeruput minuman khas buatan barista lokal berpengalaman. “Kami ingin MYZE Hotel menjadi tempat di mana orang bisa menikmati kopi, cerita, dan suasana,” tutup Agung dalam pernyataannya.

Dengan dedikasi dan inovasi yang ditawarkan, MYZE Hotel Sumenep berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu ikon gaya hidup baru di Pulau Madura bagian timur ini. Kolaborasi antara kearifan lokal, kreativitas, dan profesionalisme menjadikan hotel ini bukan hanya sebagai tempat penginapan, namun juga pusat pengalaman kuliner modern. Bagi para pecinta kopi, MYZE Hotel merupakan destinasi yang wajib disinggahi saat berkunjung ke Sumenep. *dym