EVENT

Disbudpar Provinsi Jatim Gelar Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2025

Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2025. (Foto. Aegist)
Fenews

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur resmi membuka Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2025 di Kota Lama Surabaya, Jumat (3/10) malam. Tahun ini acara tersebut digelar selama dua hari, 3-4 Oktober 2025, dengan menghadirkan tiga kegiatan, Bazar Kopi dan Produk Ekonomi Kreatif, Latte Art Competition serta panggung hiburan. 

Grand opening Festival Kopi sendiri dimeriahkan dengan penampilan tari Lenggak-Lenggok Surabaya dari Sanggar Tari Kalimas. Gerakannya yang dinamis dan rancak menjadi simbol semangat warga Surabaya yang tegas, terbuka dan terus berbenah menuju kota pariwisata yang hidup.

Dalam sambutan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.MA, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran, Ali Afandi, S.Pd., M.T., menekankan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan cita rasa, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah, DPRD, komunitas dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam industri kopi dan subsektor ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Ali Afandi, S.Pd., M.T., mengatakan, “Harapan kami, lewat festival ini para pelaku kopi dan ekonomi kreatif dapat memperluas pasar, membangun jejaring antarusaha dan membuat produk mereka semakin dikenal.”

Salah satu tenant kopi Vietnam. (Foto. Aegist)

Baca juga: Minum Kopi di Pagi Hari Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Kematian

Tahun ini, Festival Kopi diikuti oleh sekitar 45 tenant yang terdiri dari pelaku usaha kopi, kuliner hingga produk-produk ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Situbondo, Bojonegoro, Jombang, Madiun hingga Nganjuk. Selain bazar kopi, acara ini juga menampilkan Latte Art Competition yang diikuti oleh 32 barista.

Festival ini juga menjadi pengalaman menarik bagi pengunjung. Salah satunya mahasiswa asal Gresik, Saffanah Yasmin Noor. “Aku bukan pencinta kopi banget, tapi suka suasananya. Banyak jajanan, merchandise lucu, terus musiknya juga enak. Acaranya berasa ‘kopi banget’, tapi nggak ngebosenin.” ungkapnya. 

Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2025 tidak berhenti di Kota Lama Surabaya saja. Acara serupa akan kembali digelar pada 14-15 Oktober 2025 di Alun-Alun Kota Surabaya. Diharapkan, rangkaian festival ini dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kopi, berkolaborasi serta merayakan semangat dan kreativitas pelaku ekonomi kreatif Jawa Timur. *tes