EVENT

Peringati Hari Pahlawan, Forum Pegiat Kesenian Surabaya Gelar Berbagai Kesenian

Penampilan Paduan Suara (Foto: Yessy)
Fenews

Fenews.id – Di tengah derasnya hujan yang membasahi Kota Pahlawan, semangat seni dan perjuangan justru semakin menguat di pelataran Balai Pemuda Surabaya. Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) kembali menghadirkan acara ‘Suarabaya Hari Ini #05’ pada Senin, (10/11).

Kali ini acara bertajuk ‘Satu Jalan Perjuangan: Merayakan Hari Pahlawan, Merayakan WS Rendra’. Salah satu panitia penyelenggara, Heti Palestina mengatakan pemilihan tema ini karena memiliki hubungan yang sangat erat dengan semangat Hari Pahlawan dan nilai-nilai perjuangan yang juga dihidupkan dalam karya-karya WS Rendra.

Namun tahu tidak apa itu acara ‘Surabaya Hari Ini’? Heti Palestina selaku panitia penyelenggara menjelaskan bahwa acara Ini menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan temu karya bagi seniman Surabaya. Tak hanya itu tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya para seniman lintas bidang yang ingin menghidupkan kembali kesenian di Surabaya sekaligus meneladani semangat para pahlawan dan sastrawan besar Indonesia, WS Rendra.

Penampilan Pembacaan Puisi (Foto: Yessy) 

Baca Juga: Batik Te’ye’ng: Inovasi Batik Surabaya yang Memanfaatkan Karat Besi

“Momen Hari Pahlawan biasanya membuat kita merenung bahwa meskipun jalan perjuangan kita berbeda-beda ada yang di musik, tari, puisi, atau seni rupa tapi tujuannya sama yaitu memperjuangkan Surabaya dan kesenian Indonesia. Tokoh Ws. Rendra diangkat sebagai tema karena beliau merupakan simbol perlawanan lewat seni” Ujar Heti.

Ia juga ,men yampaikan harapan untuk acara ini dapat terus berlangsung rutin dan menjadi penggerak utama kehidupan seni di kawasan Balai Pemuda. “Kami ingin kawasan ini hidup terus, tak perlu menunggu dana besar atau izin yang lama. Kalau bisa, sebulan sekali ada kegiatan seni, Kalau setiap minggu kawasan ini ramai dengan pertunjukan, Surabaya akan semakin berwarna dan penuh inspirasi,” harapan dari seorang jurnalis, Heti.

Tau ga sih FPKS dibentuk atas inisiatif para seniman lokal loh! dengan keinginan menjaga kesenian di Surabaya tetap hidup dan terbuka bagi siapa pun termasuk seniman muda dan penyandang disabilitas. Acara dibuka dengan sesi Rumah Kreatif Show  kesenian musik paduan suara dengan lagu kebangsaan, tari dan juga puisi. Namun tak hanya itu Kegiatan ini juga menghadirkan penampilan special dari Band yang dibentuk komunitas Pelukis Suarabaya yakni bernama ‘MUMI’.

Penampilan Band ‘MUMI’ (Foto: Yessy)

Baca Juga: Harmoni Musik Kontemporer ‘Rek’ Karya Joko Porong Meriahkan ARTSUBS 2025

Band MUMI merupakan singkatan dari Musik dan Melukis. Band ini beranggotakan lima seniman yang awalnya berasal dari komunitas pelukis. MUMI membawakan dua lagu, yaitu Kesaksian karya WS Rendra dan lagu ciptaan mereka berjudul Sujud. Salah satu anggota ban, Djoko Endrawan menjelaskan makna dibalik pemilihan lagu yang dibawakan “Lagu Kesaksian kami pilih karena relevan dengan tema acara menghormati Rendra dan perjuangan lewat seni. Sedangkan Sujud adalah ciptaan kami sendiri, sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhan atas segala kesalahan masa lalu. Ini refleksi spiritual, tapi juga ajakan untuk tetap rendah hati dalam berkarya,” ucap seniman kelahiran Suarabaya itu.

Seniman yang kerap dipanggil Djoko E& ini menyampaikan peran seni dalam memperingati Hari Pahlawan dan juga berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan akar perjuangan bangsa. “Seni itu cara kita memperjuangkan makna hidup tanpa kekerasan. Lewat musik dan lukisan, kita bisa mengenang para pahlawan dengan cara yang damai dan indah. Anak-anak muda sekarang jangan melalaikan perjuangan para pahlawan. Hargai dengan cara berkarya mau lewat musik, tari, atau melukis, yang penting terus berkarya dengan hati,” ujarnya.

Dari puisi hingga gitar, dari hujan hingga cahaya lampu panggung Surabaya Hari Ini #05 membuktikan bahwa seni dan perjuangan berjalan di jalan yang sama. Di tangan para pegiat FPKS, semangat Hari Pahlawan dan semangat tokoh WS Rendra menjelma menjadi karya, suara, dan gerak yang menyatukan Surabaya dalam satu jalan: jalan perjuangan lewat seni.*dym