BEAUTY & HEALTHSTORY

Gen Z di China Nyaris Tewas Gara-Gara Hanya Makan Sayur Demi Bisa Kurus

Ilustrasi Wanita Diet Sayuran (Foto. Net)
Fenews

Penampilan menjadi kunci utama bagi sebagian orang agar dipandang menarik oleh orang lain. Berbagai cara pun ditempuh demi mendapat tubuh yang ideal. Salah satunya adalah melakukan diet. Praktik diet memang sudah lumrah dilakukan. Sayangnya, masih banyak yang melakukannya secara tak sehat bahkan di tahap ekstrem. Seperti yang dilakukan oleh seorang remaja asal China bernama Mei.

Dilansir dari South China Morning Post, Mei melakukan sebuah diet yang terbilang ekstrem demi menurunkan berat badan agar pas dengan gaun ulang tahunnya. Aksi itu ia lakukan dengan hanya mengonsumsi sayuran hijau serta obat laksatif atau obat untuk sembelit. Obat tersebut berfungsi untuk menggelontor habis sisa makanan yang ada di dalam ususnya.

Mei yang Tengah Dirawat di Rumah Sakit akibat Diem Ekstrem (Foto. QQ)

Diet yang dijalani Mei selama dua minggu berakhir fatal. Gadis berusia 16 tahun itu harus dilarikan ke RSUD Hunan setelah tiba-tiba merasa lemas dan mengalami sesak napas. Setelah menjalani penanganan darurat selama 12 jam, ditemukan bahwa Mei mengalami hipokalemia.

Hipokalemia sendiri merupakan suatu kondisi di mana kadar kalium dalam darah seseorang turun jauh dari batas normal. Kondisi ini kerap terjadi pada orang-orang yang melakukan diet ekstrem.

Baca juga: Susah Dapat Pekerjaan, Gen Z di China Pura-Pura Sewa Kantor Agar Tak Dicap Pengangguran

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi cukup makanan dengan kandungan kalium. dr. Ping yang menangani Mei mengatakan bahwa “untuk mendapatkan jumlah asupan kalium yang cukup, seseorang harus mengonsumsi kentang, ayam, dan pisang, serta minum air putih yang cukup setiap hari.”

Usai menjalani serangkaian penanganan dan perawatan di rumah sakit, Mei akhirnya pulih dan diperbolehkan pulang ke rumahnya. Ia berjanji untuk tak melakukan diet serupa lagi untuk menurunkan berat badannya.

Sementara itu, Mei rupanya bukan korban diet ekstrem pertama di China. Pada 2024, seorang pria berusia 26 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena puasa intermiten yang ia lakukan. Sedangkan pada kasus lain, seorang wanita nyaris paruh baya terinspirasi dari internet untuk meminum sekitar 4.000ml air asin agar bisa kurus. *kim