RELATIONSHIP

Studi Mengungkap Bahwa Jujur pada Pasangan akan Memperkuat Hubungan

Ilustrasi bersikap jujur kepada pasangan (Foto. Net)
Fenews

Dalam sebuah hubungan, kejujuran sering kali dianggap sebagai landasan, terutama jika berbicara mengenai finansial. Banyak orang beranggapan bahwa ‘Uang suami adalah uang istri, sedangkan uang istri adalah uang istri’. Namun, apa jadinya bila salah satu pasangan berbohong dan tidak berbicara terbuka? Di satu sisi, kejujuran dapat memicu konflik, namun di sisi lain, ketidakjujuran dapat merusak kepercayaan.

Sebuah studi dari tim psikolog Universitas Rochester, New York, Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Bonnie Le, seorang asisten profesor di Departemen Psikologi, mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mereka melibatkan 200 pasangan dalam serangkaian percakapan di laboratorium. Para peneliti mengamati bagaimana pasangan mengekspresikan, memahami, dan berbagi informasi secara jujur, terutama mengenai perubahan yang ingin mereka lihat pada pasangan masing-masing.

Hasilnya menunjukkan bahwa kejujuran sangat dihargai dalam hubungan karena dapat membangun koneksi dan kedekatan. Meskipun terkadang menyakitkan, terutama ketika mengungkapkan hal-hal yang kurang menyenangkan, tim peneliti berpendapat bahwa kejujuran memiliki manfaat jangka panjang yang lebih besar.

Baca juga: Inikah Alasan Banyak Suami yang Takut pada Istri?

Bonnie Le menjelaskan bahwa kejujuran dapat menciptakan kesejahteraan dan hubungan yang lebih baik bagi kedua pasangan. Selain itu, hal ini juga memotivasi pasangan untuk melakukan perubahan positif. Tak hanya itu, Le menekankan bahwa persepsi terhadap kejujuran pasangan, terlepas dari apakah pasangan benar-benar jujur atau tidak, memiliki efek positif pada hubungan secara keseluruhan.

“Kami menemukan bahwa bersikap lebih jujur dalam mengekspresikan perubahan yang diinginkan memprediksi kesejahteraan pribadi dan hubungan yang lebih besar untuk kedua pasangan, serta memotivasi pasangan untuk berubah pada saat ini,” ujar Le, seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (10/6)

Studi ini menyimpulkan bahwa kejujuran dapat memberikan manfaat bagi hubungan, bahkan ketika kebenaran tersebut terasa pahit. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science. *ang