BEAUTY & HEALTH

Stop Overthinking! Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

Foto. net

Ungkapan overthinking kerap dijadikan bahan candaan. Padahal kondisi ini adalah sesuatu yang nyata dan bisa berdampak pada kesehatan mental. Dilansir dari Halodoc, Ada banyak penyebab mengapa orang bisa overthinking.

Bisa jadi pengalaman masa lalu, keinginan untuk melakukan dan mendapatkan segala sesuatunya sempurna, terlalu khawatir jika yang kamu rencanakan tidak sesuai ekspektasi, dan masih banyak lagi.

Namun, apa pun penyebabnya, terlalu memikirkan persoalan hidup memang bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Selain itu, ada dampak lain yang lebih parah, yakni:

1. Sulit Fokus dan Kreatif

Overthinking dapat menyebabkan sel-sel otak lelah. Kondis ini membuat kamu sulit untuk fokus sehingga tidak mampu menghasilkan ide kreatif lagi. Overthinking juga dapat memicu stres. Apabila kortisol sebagai hormon stres dikeluarkan terlalu banyak, maka ini dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus.

Terlalu banyak berpikir dapat mengubah fungsi otak lewat perubahan struktur dan konektivitasnya. Inilah yang membuat orang-orang yang overthinking sering kali mengalami masalah gangguan mood.

2. Pola Tidur dan Nafsu Makan

Overthinking bisa membuat orang mengalami susah tidur dan memberikan gangguan pada kontrol nafsu makan. Bisa jadi seseorang yang mengalaminya tidak punya selera makan atau justru malah makan secara berlebihan.

Gangguan tidur akibat overthinking pada akhirnya juga bisa mengganggu kualitas aktivitas harian dan juga produktivitas kerja. Orang yang tidak mendapatkan istirahat cukup, lebih sensitif dan mudah marah.

3. Hubungan Interpersonal Terganggu

Dampak overthinking juga bisa mengganggu hubungan interpersonal karena terlalu banyak curiga dan kekhawatiran kalau teman, pasangan, ataupun rekan kerja tidak bertindak sesuai dengan yang kamu harapkan.

Pada akhirnya, karena terlalu banyak berpikir hal-hal yang belum pasti, ini bisa memicu kesalahpahaman dan membuat hubungan menjadi renggang.

Hubungan yang renggang ini bisa memicu rasa sedih, amarah, kekecewaan, yang bisa membuat emosi menjadi tidak stabil.

4. Bikin Insecure

Dampak overthinking lainnya adalah menurunnya rasa percaya diri. Ketika kamu mulai memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, lalu berpikir kalau orang-orang tertentu punya niat yang tidak baik denganmu.

Bila pemikiran-pemikiran semacam ini terus tertanamkan dalam pikiran, ini bisa menjadi bumerang yang menyerang balik rasa percaya diri.

Kamu jadi takut memberikan respons spontan, takut bila ide orang lain tolak, atau takut bila ternyata teman atau rekan kerjamu menjelek-jelekkanmu di belakang.

5. Mengurangi Produktivitas

Overthinking hanya akan menjauhkan kamu dari melakukan hal-hal produktif. Pasalnya, pikiran berlebihan akan membawa pada kemungkinan-kemungkinan terburuk, sehingga kamu tidak akan melakukan aksi ataupun tindakan dengan solusi.

Kamu malah hanya memikirkan kegagalan, kesedihan, kecurigaan jika sesuatu ini tidak akan berhasil dan malah memikirkan rencana selanjutnya. Mempersiapkan beberapa rencana adalah tindakan bagus.

Mamun bila terlalu fokus pada rencana B dan C tapi belum mencoba rencana A, itu hanya akan membuat kamu jalan di tempat.

6. Tak Suka Sosialisasi

Selain memicu kerenggangan hubungan, dampak overthinking pada kesehatan mental adalah memicu isolasi sosial. Sebab, orang yang terlalu banyak berpikir seringkali menarik diri dari interaksi sosial. 

Alasannya, mereka terus fokus pada pikirannya. Kondisi ini dapat menyebabkan isolasi sosial dan kurangnya dukungan emosional.

7. Memicu Depresi

Dampak overthinking berkepanjangan pada kesehatan mental selanjutnya adalah memicu kecemasan dan depresi. Sebab, overthinking dapat memengaruhi cara seseorang dalam menjalani dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Penelitian menunjukkan bahwa merenungkan peristiwa yang membuat stres lama kelamaan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.  Dari sudut pandang kesehatan mental, kecemasan dapat memengaruhi kemampuan untuk mengatasi stres sehari-hari. *