Shay Mitchell Buka Suara Soal Kontroversi Brand Skincare Anak Miliknya

Kabar datang dari aktris Shay Mitchell yang baru-baru ini angkat bicara tentang kontroversi brand skincare anak terbarunya, Rini. Brand yang menjual masker hydrogel dan sheet mask berbahan katun murni ini langsung memicu pro dan kontra. Dalam wawancara di acara Today with Jenna & Friends pada Rabu (19/11), bintang Pretty Little Liars ini mengungkapkan bahwa ia sedikit terkejut dengan reaksi keras yang ia terima.
Dilansir dari People, Shay Mitchell menjelaskan bahwa ia mendirikan brand ini berdasarkan pengalamannya sebagai ibu dari dua putrinya, Atlas dan Rome. Ia melihat tidak ada produk di luar sana yang dirasa cukup aman untuk dioleskan ke kulit mereka.
Ketika ditanya tentang kekhawatiran konsumen bahwa produk Rini akan memengaruhi anak-anak untuk terlalu fokus pada penampilan mereka, Shay memberikan pandangannya bahwa perawatan kulit dimulai sejak lahir. “Sejak bayi, kita sudah biasa melembapkan, menenangkan dan memberi kenyamanan untuk kulit mereka. Ini sebenarnya sama saja, hanya bentuknya berbeda, lebih menyenangkan dan menurut saya lebih cocok untuk usia mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Tiga Produk Skincare yang Wajib Dimiliki. Fungsinya Nggak Main-Main!
Shay percaya bahwa brand miliknya tidak bertujuan mendorong hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Menurutnya, ini bukan tentang kecantikan. “Anak-anak tidak melihat masker wajah sebagai cara memperbaiki penampilan. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang dingin di kulit dan momen seru untuk dilakukan bersama teman,” ujar Shay.
Kontroversi makin ramai setelah seorang dokter kulit ikut berkomentar. Ia menilai Rini bisa membuat anak-anak terlalu cepat menyadari ‘kekurangan’ kulit mereka di usia yang masih sangat muda. Shay Mitchell mengklarifikasi bahwa ia tidak berpikir masker wajah itu penting untuk anak-anak. “Saya juga merasa masker itu bukan kebutuhan utama. Tapi apakah masker bisa membuat kulit lebih nyaman dan lembap? Ya, memang itu fungsinya,” jelasnya.
Dalam wawancara sebelumnya, Shay mengungkapkan latar belakang brand Rini. Ide ini muncul dari kesulitan para ibu mencari produk yang cukup lembut untuk membersihkan face paint atau makeup mainan dari kulit anak-anak mereka. “Kami sudah melakukan riset dan pengecekan menyeluruh untuk mencari tahu apakah ada produk yang benar-benar bisa menjawab masalah yang kami alami sebagai ibu,” ungkap Shay.
Shay menegaskan bahwa tujuan brand ini bukan untuk membuat anak-anak punya rutinitas skincare yang ketat, tapi memberi aktivitas yang menyenangkan dengan manfaat tambahan. Produk mereka juga bebas pewangi dan dibuat dengan bahan seperti Vitamin B12 dan aloe vera yang aman untuk anak-anak. *tes



