Personal Color Analysis. Diperlukan atau Sekedar Tren?

Personal Color Analysis atau Personal Color Test tengah hits. Kegiatan analisa itu mulai muncul sejak akhir 2024, tepatnya ketika banyak influencer dan beauty enthusiast memperkenalkannya melalui sosial media. Tujuannya adalah untuk mengetahui personal color yang bisa membantu seseorang mengenali warna yang sesuai dengan undertone ketika akan make up, berpakaian, perhiasan, berhijab, hingga mewarnai rambutnya.
Dengan melakukan personal color test, orang-orang akan mengetahui palet warna yang dikategorikan cocok untuk diri mereka. Palet ini akan berupa warna dengan nama musim yaitu autumn (musim gugur), spring (musim semi), winter (musim salju), dan summer (musim panas). Namun, apakah personal color test ini memang diperlukan atau hanyalah tren sementara?
- Mengetahui Warna yang Cocok
Warna memiliki peran besar dalam membentuk kesan pertama terutama dalam berpenampilan. Pernahkan Anda merasa lebih kusam jika memakai warna-warna terang? Atau justru merasa warna terang memberikan kesan yang lebih cerah pada penampilan Anda?
Dengan melakukan personal color test Anda dapat mengetahui warna-warna yang cocok untuk kulit dan undertone Anda, biasanya bagian pada tes juga akan mempertimbangkan aspek kepribadian sehingga seluruh hasil dari tes nanti akan selaras dengan karakter diri Anda.
Warna-warna pada personal color test tidak hanya membantu untuk menentukan warna pakaian, namun juga warna make up, hijab/rambut, juga aksesori. Hal ini akan mengurangi kemungkinan kulit terlihat kusam, pucat, atau terlihat lebih tua.
2. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Dengan mengetahui warna yang cocok dengan kepribadian juga akan mempengaruhi keadaan psikologi seseorang. Dilansir dari dosenpsikologi.com menyatakan bahwa penggunaan warna yang tepat dapat menjadi terapi bagi beragam masalah psikologi.
Warna yang tepat juga dapat menonjolkan fitur yang terbaik, misalnya dengan memberi efek lebih baik pada bekas jerawat yang kemerahan juga kantung mata, bagian yang biasanya dianggap menjadi kelemahan pada tampilan wajah.
Dengan memilih warna yang tepat, bagian tersebut dapat disamarkan dan menyeimbangkan warna kulit sehingga warna bagian muka terkesan lebih merata dan mengurangi kesan lelah juga kusam.
3. Mengurangi Belanja Impulsif
Sering kali seseorang akan membeli pakaian yang sedang tren dan banyak dibahas. Warna juga menjadi bagian dari tren ini, beberapa waktu yang lalu banyak orang mengenal warna lilac, sage, hingga burgundy.
Terkadang pembelian juga didasari atas suatu barang terlihat bagus pada orang lain tanpa mempertimbangkan apakah suatu warna akan terlihat bagus pula apabila dipakai orang yang berbeda.
Dengan mengetahui personal color, Anda dapat dengan mudah mengetahui warna yang cocok untuk Anda pakai, sehingga tidak lagi perlu untuk mengikuti arus tren yang selalu berubah seiring berjalannya waktu yang berujung pada belanja impulsif.
4. Memerlukan Budget yang Besar
Meskipun terbilang membantu, personal color test ini rupanya juga memerlukan biaya yang cukup besar. Karena tes ini dilakukan dengan para profesional juga membutuhkan banyak persediaan, seperti kain dengan warna yang bermacam-macam, aksesori, juga make up.
Sehingga personal color test ini dibanderol berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung penyedia jasa dan paket layanan. Hal ini bisa menjadi kendala bagi yang ingin mencoba personal color test. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? *fie



