RELATIONSHIP

Mengapa Sebagian Anak Perempuan Merasa Kurang Dekat dengan Orang Tua?

Ilustrasi Anak Perempuan dan Ibu (Foto. Net)
Fenews

Hubungan orang tua dan anak idealnya dibangun atas dasar kehangatan, keamanan dan komunikasi yang terbuka. Namun dalam kenyataannya, tak sedikit anak perempuan yang tumbuh dengan jarak emosional kepada orang tuanya. Tentu saja kondisi ini bukan tanpa sebab. Sejumlah penelitian dan kajian psikologi mengungkap berbagai faktor yang memengaruhi renggangnya hubungan tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh Rahmad Maulida dan Suwarti pada 2024 mengungkapkan bahwa pengalaman masa kecil, pola asuh, hingga dinamika emosional dalam keluarga sangat berperan dalam membentuk kedekatan anak perempuan dengan keluarga, terutama seorang ibu. Nyatanya, banyak anak perempuan yang merasa kurang dekat dengan seorang ibu. Berikut sejumlah alasan seorang anak perempuan tak dekat dengan orang tuanya berdasarkan penelitian tersebut.

1. Pola Asuh

Pola asuh yang keras, pendapat yang tak pernah didengar, dan anak yang tak pernah diberi kesempatan untuk menentukan pilihan. Anak perempuan yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh tekanan cenderung mengembangkan mekanisme perlindungan diri dengan menjaga jarak emosional dari orang tuanya. Situasi ini membuat mereka merasa ragu dan tidak aman untuk mengekspresikan perasaan mereka secara terbuka, sehingga anak perempuan cenderung memendam perasaannya sendiri.

2. Terlalu Sibuk dan Kurang Mendampingi Secara Emosional

Kurangnya waktu bersama atau family time membuat anak-anak, terutama anak perempuan, merasa kesepian dan diabaikan. Oleh karena itu, terbentuk jarak emosional yang terbawa hingga sang anak beranjak dewasa. Penelitian menemukan bahwa kehadiran emosional jauh lebih penting daripada sekadar pemenuhan materi.

Baca juga: Serumah dengan Mertua? Siapa Takut! Ini Tipsnya Agar Tetap Nyaman

3. Konflik Orang Tua

Konflik atau pertengkaran yang terjadi di dalam rumah juga berdampak besar terhadap kesehatan mental anak perempuan. Menyaksikan pertengkaran orang tua memiliki beragam dampak buruk terhadap seorang anak, di antaranya yakni kecemasan, ketakutan, serta menghindari kedekatan demi menjaga kestabilan emosinya.

4. Sifat Toxic Orang Tua

Dalam beberapa kasus, toxic parents juga menjadi penyebab utama renggangnya hubungan antara anak perempuan dengan orang tuanya. Perlakuan seperti kontrol berlebihan, kritik ekstrem, serta tekanan emosional dapat memicu gangguan mental dan membentuk hubungan keluarga yang tidak sehat. Hal ini membuat anak cenderung menarik diri dan menjaga jarak.

Untuk mencegah terjadinya dampak buruk yang tak diinginkan serta menjaga hubungan antara anak perempuan dan orang tua tetap terjaga, orang tua sebaiknya membangun komunikasi terbuka dan penuh empati terhadap sang anak, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman secara emosional. Kehangatan, penerimaan, dan kehadiran orang tua menjadi fondasi penting agar anak perempuan dapat tumbuh dengan rasa aman dan kedekatan yang sehat. *grc