Lebih Megah! Basha Market Dihadiri Nagita Slavina dan Libatkan 170 Brand Lokal

Basha Market kembali digelar dengan skala lebih besar dan lebih segar di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari sejak 29 hingga 31 Agustus 2025. Tahun ini acara tersebut membawa tema Labyrinth, sebuah pengalaman multi-sensori melalui empat instalasi imersif yang keseluruhannya dipenuhi kilauan emas.
“Labyrinth adalah perjalanan menyusuri lorong kenangan, mengeksplorasi memori, persepsi dan nilai. Kami ingin mengajak pengunjung melihat lebih dalam, bukan sekadar terjebak pada permukaan realita,” ujar Devina Sugono, Co-Founder Basha, Jumat (30/8).
Selama tiga hari berlangsung, Basha Market akan dimeriahkan dengan beragai program untuk mendukung brand yang berpartisipasi di event tersebut. “Kami bekerjasama dengan Key Opinion Leader atau KOL dari berbagai segmen untuk mereview lebih dulu produk-produk yang akan hadir di Basha. Program ini kita sebut Basha Haul dan sudah kita jalankan sejak beberapa Basha lalu,” lanjut Devina.
Pastinya tak hanya KOL, Basha Market juga dimeriahkan dengan kehadiran selebriti papan atas. Salah satunya adalah artis Nagita Slavina yang datang khusus untuk berbelanja. “Bajunya bagus-bagus. Kayaknya aku mungkin akan beli buat Lily (putri Nagita dan Raffie Ahmad, red) disini,” ujar Nagita sambil melihat produk fashion kids yang dipamerkan.
Basha Market kali ini menghadirkan 170 tenant brand lokal yang terdiri dari fesyen, parfum, hingga kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Co-Founder Basha Christie Erin merasa senang bisa kembali memberikan ruang kolaborasi antara kreator dan beberapa brand lokal setelah tahun lalu berhasil membawa Disney Indonesia menjadi inspirasi berkarya brand lokal.
“Ini merupakan bentuk dukungan Basha terhadap industri kreatif Indonesia. Sebab tantangan hari ini bukan lagi tantangan bagus atau tidaknya sebuah produk, tapi sejauh mana brand mampu untuk terus beradaptasi mengingat tuntutan konsumen yang semakin hari semakin kritis dalam memilih brand yang mereka sukai,” tutur Erin.
Brand lokal tidak boleh cepat terlena, sebab konsumen memiliki kesempatan yang sangat luas, ditambah dengan banyaknya informasi yang dapat di akses, sehingga mudah juga untuk berpaling. Kedepannya Basha berharap selalu bisa berdampak untuk industri kreatif di Indonesia.
“Kami tahu tantangan pasti akan semakin beragam kedepannya, tapi kami selalu menginginkan Basha berdampak lebih luas dan dapat memperkuat peran di dalam industri kreatif,” ujar Devina.
Erin juga menambahkan, “Kami membangun Basha benar-benar dari belum banyak adanya brand lokal, sampai sekarang brand lokal sudah menjadi pilihan utama di masyarakat. Jadi apa yang kami cita-citakan dulu di awal perlahan sudah terbentuk wujudnya. Kami berharap bisa lebih besar terus untuk ke depannya.” *



