Forum PAUD Jawa Timur Gelar Webinar Tentang Revitalisasi Peran Keluarga Bagi Pendidikan Anak Usia Dini

Forum PAUD Provinsi Jawa Timur menggelar Webinar bertajuk Revitalisasi Peran Keluarga Bagi Pendidikan Anak Usia Dini Menghadapi Tantangan di Era Digitalisasi. Acara yang berlangsung pada Sabtu (17/5) itu diikuti 490 peserta yang sebagian besar adalah para guru dan Kepala Sekolah KB (Kelomppok Bermain) dan TK (Taman Kanak-Kanak) di Jawa Timur. Terdapat pula peserta dari Jakarta Utara dan Jayapura.
Sebagai pemateri, Dr. Sukiman Puspojudho, M.Pd, Ketua Umum Ikatan Doktor PAUD Indonesia, menegaskan pentingnya pola suh keluarga dalam bentuk karakter anak. “Pola positif dari keluarga yang memainkan peran besar dalam membentuk karakter kesuksesan anak di masa dewasanya,” ujarnya.
Selain Sukiman, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM mengatakan bahwa Pemerintah berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berkarakter mulia. “Kita harus mempersiapkan generasi-generasi penerus kita menjadi generasi yang punya daya juang dan daya saing yang unggul juga berkualitas,” paparnya.
Ada beberapa program yang telah dicanangkan dalam quick win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Pertama, GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting). Ke dua TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan ke tiga adalah GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Program ini akan diberikan kepada pengantin dan ayah muda terkait peran ayah untuk pola asuh.
Sementara itu, sebagai pemateri ke tiga, Dr. Darmajanti Kusuma Dewi S.Psi, M.Si yang merupakan Dosen Universitas Negeri Surabaya, mengatakan bahwa era dititalisasi sangat berdampak pada tumbuh kembang anak. “Teknologi itu berkembang sangat pesat, yang fungsinya adalah dipakai sebagai komunikasi supaya tetap jalan,” ujarnya.
Selain ketiga narasumber di atas, webinar tersebut juga dihadiri Ketua Forum PAUD Provinsi Jawa Timur Dr. Dwi Astutik, S.Ag., M.Si dan Kepada Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (PPSMA) Suhartatik, S.Pd, M.Psi. Selain itu, hadir pula Dr. Tri Liswati selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. *fie



