Al Ayyala, Tari Kibas Rambut yang Viral saat Penyambutan Donald Trump di Arab

Ada yang menarik saat Presiden Amerika Serika Donald Trump berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (15/5). Salah satunya adalah saat ia tiba Istana Kepresidenan Qasr Al Watan dan disambut sekelompok wanita yang mengibaskan rambutnya. Ternyata gerakan itu adalah sebuah tarian yang bernama Al-Ayyala.
Sebenarnya tari Al Ayyala bukan hanya dilakukan para wanita. Dalam pertunjukan tersebut juga tampak barisan penari pria yang membawa dan menggerakkan pedang atau tongkat bambu mengikuti irama. Sementara di depannya, barisan penari wanita atau yang disebut Naa’shaat, mengenakan gaun tradisional (Al-Mekhwar) warna putih dan memakai perhiasan emas. Semua penari itu berambut panjang sehingga memudahkan mereka mengibaskan rambutnya sesuai irama.
Donald Trump, yang saat itu memasuki Qasr Al Watan bersama Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, tampak terpukau oleh penampilan tarian Al-Ayyala. Ia bahkan memuji ibu kota UEA dengan berkata, “Sungguh kota yang indah! Aku menyukainya!”
“Pertunjukan tradisional UEA, seperti tari Al-Ayyala dan kibasan rambut para gadis lokal yang dikenal sebagai Naa’shaat, merupakan ungkapan mendalam dari nilai-nilai budaya bangsa ini. Al-Ayyala, yang ditampilkan oleh para pria dalam dua barisan, menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan warisan budaya,” ujar Ahmed Bel Jafflah, presenter senior sekaligus manajer pengelola Pusat Pemahaman Budaya Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum (SMCCU), dalam wawancaranya dengan Gulf News, dikutip Senin (19/5).
“Tarian ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi sudah menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat UEA,” tambahnya.
Penampilan kibasan rambut oleh para Naa’shaat sempat menimbulkan pertanyaan dari warganet internasional, mengingat UEA dikenal luas sebagai negara Islam. Namun, kenyataannya, UEA tidak mewajibkan seluruh perempuan untuk mengenakan jilbab. Penampilan para Naa’shaat justru dipahami sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan identitas budaya, sekaligus memperkuat pesan kesatuan dan kebanggaan nasional.
Makna yang mendalam tersebut menjadikan Al-Ayyala sebagai ikon budaya UEA. Tarian tersebut umumnya ditampilkan pada acara-acara penting, seperti festival lokal, perayaan idulfitri, pesta pernikahan, dan acara kenegaraan, seperti saat penyambutan Donald Trump. *kim



