Dicky Nur Rahman Ajak Orang Tua Jalin Hubungan Positif dengan Anak Lewat Metode Parenting

Menjadi orang tua tentunya bukanlah tugas yang mudah. Para orang tua harus mengetahui bagaimana cara mendidik serta menjadi pendengar yang baik bagi anak mereka. Hal inilah yang disampaikan oleh Dicky Nur Rahman pada Workshop Layers of Love di Kang 1981, Lontar, Surabaya, pada Sabtu (14/3).
Dicky Nur Rahman, atau yang akrab disapa Dicky, merupakan seorang trainer, life coach, hypnotherapist, dan praktisi NLP di bidang self-development, pendidikan, serta komunikasi. Lulus dari S1 dan S2 Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, ia kini sukses menjadi seorang pembicara dalam berbagai pelatihan dan sharing session, serta founder dari PT. Self Development Indonesia.
Baca juga: Layers of Love: Workshop Kreatif yang Satukan Ibu dan Anak Lewat Pembuatan Tiramisu
Mengumpulkan para ibu dan anak dalam atmosfer yang hangat, Workshop Layers of Love menghadirkan Dicky pada sesi bonding. Melalui sesi tersebut, ia berbagi wawasan tentang cara membangun hubungan emosional yang positif dan komunikasi yang lebih efektif antara orang tua dan anak.
Menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak merupakan hal yang krusial, di mana aspek ini berkesinambungan dengan terbangunnya hubungan positif dengan anak. Menurut Dicky, komunikasi yang baik dan efektif tercipta dari berbagai cara, salah satunya menjadi orang tua yang pendengar.
“Apabila kata-kata Anda ingin didengar oleh anak, maka dengarkan apabila anak-anak sedang berbicara atau mengutarakan sesuatu,” tegas Dicky pada sesi sharing parenting.
Dicky menambahkan bahwa anak yang tak didengar dapat mengakibatkan pada emosi mereka yang terpendam. Terpendamnya emosi ini suatu saat dapat meledak apabila tak tersalurkan dengan baik.
Selain anak, para orang tua juga dapat mengalami emosi serupa. Salah satu metode efektif untuk menyalurkan emosi orang tua, menurut Dicky, adalah lewat journaling.
Pada Workshop Layers of Love, para ibu disediakan sebuah kertas dan pena. Dicky menginstruksikan mereka untuk meluapkan segala hal, mulai dari emosi positif hingga negatif, selama menjadi orang tua melalui sejumlah pertanyaan. Para orang tua pun tampak fokus menulis sambil mengingat semua yang pernah terjadi pada sesi tersebut.
Dicky menjelaskan bahwa journaling menjadi metode yang tepat untuk menjaga kesehatan mental para orang tua. Hal ini lantaran emosi yang tersalurkan dapat menjaga stabilitas mental.
“Menulis jurnal bisa membantu menjaga kesehatan mental dengan menurunkan level stres dan risiko depresi,” jelasnya.
Baca juga: Mengapa Sebagian Anak Perempuan Merasa Kurang Dekat dengan Orang Tua?
Metode parenting lainnya yang didemonstrasikan oleh Dicky yakni hypnoparenting. Metode ini bertujuan untuk menanamkan pesan atau nilai-nilai positif ke dalam alam bawah sadar anak, dilakukan pada saat anak sedang merasa rileks atau mengantuk.
Hubungan orang tua-anak yang positif dapat membantu perkembangan anak dengan baik. Di lain sisi, kesehatan mental orang tua juga dapat terjaga. Oleh karenanya, komunikasi serta penyaluran emosi yang terjaga menjadi sangat penting di dalam keluarga. *kim



