Tren Low Visual dan High Visual, Gaya Baru Dunia Kecantikan dan Fashion

Dunia kecantikan dan fashion terus menghadirkan tren baru di 2026. Kali ini, dua gaya yang tengah ramai diperbincangkan adalah low visual dan high visual, konsep visual yang merepresentasikan cara baru dalam mengekspresikan diri, baik lewat riasan maupun busana.
Kedua tren ini banyak dibahas di media sosial, khususnya di kalangan Gen Z dan milenial. Gaya tersebut dinilai lebih fleksibel, personal, dan relevan dengan gaya hidup modern yang dinamis. Terdengar masih asing, sebenarnya apa itu low visual dan high visual?
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Abaya Modern hingga Gamis Rompi Lepas Jadi Favorit
Dilansir dari berbagai sumber, low visual merujuk pada tampilan yang sederhana, natural, dan minim detail mencolok. Dalam dunia kecantikan, tren ini identik dengan makeup tipis, hasil akhir dewy, serta penggunaan warna-warna netral yang lembut.
Fokus utama low visual bukan pada kesan glamor, melainkan pada tampilan kulit sehat dan autentisitas wajah. Gaya ini menonjolkan kesan effortless namun tetap rapi dan terawat.

Sementara dalam ranah fashion, low visual ditunjukkan melalui gaya berpakaian sederhana atau basic outfit. Warna yang digunakan cenderung lembut seperti pastel, tidak tabrak warna, dengan potongan clean dan simpel sehingga nyaman dikenakan untuk aktivitas sehari-hari.

Berbanding terbalik, high visual hadir sebagai gaya yang lebih tajam dan ekspresif. Tren ini mengusung riasan mata dramatis, blush on intens, lipstik warna cerah, hingga penggunaan aksesori mencolok.
Dalam dunia fashion, high visual tampak melalui permainan warna kontras, layering ekstrem, siluet unik, hingga motif eksperimental. Gaya ini banyak diadopsi oleh konten kreator, fashion enthusiast, serta pelaku industri kreatif yang ingin tampil standout di tengah derasnya arus digital.
Dilansir dari Pinterest Predicts, tren visual yang lebih mencolok diprediksi akan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan konten estetik dan identitas personal yang kuat di media sosial. Platform digital turut mendorong individu untuk tampil lebih berani dan autentik.
Baca juga: Prediksi Tren Makeup dan Busana Pengantin 2026 ala Gen Z
Munculnya tren low visual dan high visual mencerminkan dua sisi gaya hidup perempuan masa kini. Di satu sisi, ada keinginan untuk tampil sederhana dan nyaman, namun di sisi lain juga ingin bebas berekspresi dan tampil berani.
Menariknya, kedua tren ini tidak saling meniadakan, melainkan bisa saling melengkapi. Seseorang dapat tampil low visual untuk aktivitas kasual, lalu beralih ke high visual saat menghadiri acara khusus.
Memasuki 2026, kecantikan dan fashion tak lagi sekadar mengikuti pakem tertentu. Lebih dari itu, tren kini bergerak menuju pencarian gaya personal yang paling autentik dan merepresentasikan diri masing-masing. *grc



