FASHION

Sering Merasa Kehabisan Baju? Coba Metode Decluttering!

Ilustrasi Perempuan Memilah Barang untuk Didonasikan (Foto. Freepik/Zinkevych)
Fenews

Kebingungan saat memilih outfit sering menjadi dilema bagi banyak orang. Tak hanya itu, sebagian dari mereka masih merasa tak punya baju yang pas meskipun lemari penuh dengan baju-. Metode decluttering dapat menjadi solusi yang tepat untuk permasalahan tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, decluttering merupakan proses menyortir barang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan fungsional. Bukan hanya sekedar memilih pakaian mana yang masih digunakan dan mana yang tidak lalu dipisahkan di tempat yang berbeda. Proses ini akan membagi pakaian ke beberapa kategori, yakni disimpan, disimpan khusus, didonasikan, atau dibuang

Panduan untuk Metode Decluttering (Foto. Pinterest)

Untuk melakukan metode decluttering yang tepat, terdapat sejumlah langkah yang dapat diikuti. Mulai dari pertanyaan pertama: Apakah pakaian ini masih pas atau muat? Jika tidak, langsung pertimbangkan untuk donasi atau buang. Namun, kondisi pakaian juga perlu diperhatikan agar tak memberikan pakaian yang sudah rusak kepada orang lain.

Jika masih pas, kapan terakhir kali dipakai?

  • Dalam 12 bulan terakhir → lanjut ke pertanyaan berikutnya.
  • Tidak ingat → tanyakan, apakah ini pakaian yang spesial?

Jika dalam 12 bulan terakhir dipakai, apakah pakaian tersebut akan dipakai lagi?

  • Tentu saja → simpan.
  • Mungkin tidak → pertimbangkan donasi.

Jika tidak ingat kapan terakhir kali dipakai, apakah pakaian ini punya nilai spesial?

  • Ya → simpan khusus.
  • Tidak → cek lagi, apakah kondisinya masih bagus?

Terakhir, apakah kondisinya masih baik?

  • Ya → donasi.
  • Tidak → buang.

Baca juga: Bukan Sekadar Murah, Secondhand Fashion Jadi Simbol Gaya Sadar Lingkungan

Berikut adalah ringkasan kategori dari metode decluttering yang telah dilakukan. Sortir kembali pakaian berdasarkan kategori berikut agar lemari lebih tertata dan bebas dari pakaian tak terpakai yang menumpuk.

  1. Kategori simpan: pakaian yang sering dipakai, pas, dan disukai
  2. Kategori simpan khusus: pakaian yang masih bisa dipakai tapi seasonal (bukan untuk sehari-hari)
  3. Kategori donasi: pakaian yang masih layak pakai tapi sudah jarang dipakai
  4. Kategori buang: pakaian yang rusak/tidak layak pakai

Terapkan metode decluttering secara berkala setiap 6 bulan sekali. Untuk kategori simpan khusus, simpan pakaian sesuai material dan perhatikan cara penyimpanan agar pakaian tetap tahan lama tanpa ada kerusakan.

Dengan melakukan decluttering, stres saat memilih outfit dapat dihindari, menekan kebiasaan konsumtif, memahami gaya pribadi, sekaligus berbagi kebaikan melalui donasi. Lemari yang rapi bukan hanya soal estetika, namun juga tentang fungsionalitas untuk pemiliknya. Jadi, sudah siap untuk declutter isi lemari? *aar