STORY

Wanita di China Nekat Cari Sendiri 5 Pembunuh Suaminya Selama 17 Tahun

Li Guiying (kiri) dan suaminya, Qi Yuande (kanan), beserta anak-anaknya (Foto. Net)
Fenews

Seorang wanita asal China, Li Guiying, harus menghabiskan sepertiga hidupnya untuk mencari pembunuh Qi Yuande, suaminya. Ia berkeliling menyusuri berbagai sudut China sambil mengumpulkan bukti dari jejak para pelaku. Guiying melakukan aksinya tersebut lantaran kepolisian setempat tak membantunya sama sekali.

Insiden bermula pada 1998 silam, ketika ia terlibat cekcok dengan Qi Xueshan, tetangganya. Xueshan menuduhnya akan melaporkan tetangganya itu dan keluarganya kepada pejabat desa lantaran melanggar peraturan mengenai jumlah anak. Kebetulan, Yuande saat itu menjabat sebagai salah satu pejabat desa.

Adu argumen semakin memanas ketika Xueshan mulai menyerangnya dengan benda tajam. Tak sendiri, tetangganya itu juga mengajak keempat saudara lelakinya untuk turut serta menyerang Guiying. Yuande yang marah melihat istrinya dianiaya kemudian melawan balik kelima pria tersebut namun naas ia kalah jumlah dan berakhir tewas. Para pelaku langsung meninggalkan desa pada hari yang sama usai insiden terjadi.

Baca juga: Pria Ini Menyelam Selama 13 Tahun demi Cari Jasad Istri yang Terseret Tsunami

Guiying berusaha melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus kematian suaminya. Namun, karena kurangnya bukti dan saksi mata, mereka tak dapat melanjutkan pengusutan. Merasa kecewa, ia lantas mengambil langkah nekat untuk mencari para pelaku seorang diri.

“Saya tak tahu. Saya kira menangkap para pembunuh akan seperti yang ada di drama-drama di TV. Para kriminal kabur, dan para polisi akan mengejar mereka dengan mobil polisi. Rupanya aku harus mencari buktinya sendiri,” ujar Guiying, dilansir dari People’s Daily Online.

Ia menghabiskan 17 tahun hidupnya untuk mencari keberadaan para pelaku yang kabur ke berbagai daerah di China. Setiap hari, ia akan naik kereta untuk pergi ke tempat-tempat yang menuntunnya kepada lokasi terbaru para pelaku. Selama masa ‘perburuan’ tersebut, ia akan menyimpan semua tiket kereta yang ia beli untuk menyimpan riwayat lokasi pencarian.

Seluruh tiket kereta yang telah Guiying simpan selama mencari para pelaku (Foto. Net)

Aksi heroiknya tersebut tak serta merta dipandang positif oleh orang lain. Orang-orang di sekitarnya sering menyebutnya ‘gila’ dan ‘tak waras’ karena nekat melakukan aksi pencarian tersebut seorang diri. Meski begitu, ia tak peduli dan terus melakukan pencarian. Ia bertekad untuk mencari semua pelaku sampai kelimanya mendapat hukuman yang pantas mereka dapatkan.

Pencarian hingga ke 10 provinsi di China yang tak sebentar itu pada akhirnya membuahkan hasil. Pada 2015, kelima pelaku dari kasus pembunuhan suaminya berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Meski lega aksinya selama ini tak sia-sia, ia menyesal karena telah melewatkan banyak waktu bersama anak-anaknya. *kim