EVENT

Resmi Dibuka, ARTSUBS 2025 Pamerkan Ratusan Karya dari 141 Seniman

Pengunjung dan salah satu lukisan yang dipamerkan. (Foto. Ami)
Fenews

ARTSUBS 2025 resmi dibuka. Pameran seni rupa kontemporer itu bakal berlangsung selama sebulan, 2 Agustus hingga 7 September, di Balai Pemuda Surabaya. Setidaknya ada 141 seniman yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sementara karya yang dipamerkan adalah lebih 300 an.

Rambat, Direktur ARTSUBS, mengaku bangga bahwa Surabaya bisa menggelar event seni tersebut. Mengingat ini merupakan yang ke dua, setelah sukses pada tahun 2024. “Saya berharap semua bergembira karena Surabaya, akhirnya punya event seni sendiri. Semoga ARTSUBS bisa jadi barometer event di Indonesia,” katanya saat sambutan di Opening Ceremony ARTSUBS 2025, Sabtu (2/8).

Dibanding Yogyakarta dan Bali, Surabaya memang sangat jarang menggelar event seni, apalagi yang berskala nasional. Sehingga tak heran kalau kota metropolitan ke dua di Indonesia itu juga tak punya museum seni. Inilah yang jadi keprihatinan para seniman, termasuk kurator Nirwan Dewanto dan Asmudjo J. Irianto.

“Surabaya hingga saat ini belum memiliki museum seni rupa yang layak. Jika tak seorang pun yang berinisiatif membuat museum. Maka, ARTSUBS yang bikin museum. Meski museum berusia 5 minggu,” ungkap Asmujo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Proses pemotongan pita di Opening Ceremony ARTSUBS 2025. (Foto. Kimi)

Baca juga: ARTSUBS 2025 Sulap Material Industri Jadi Karya Seni Kontemporer Sarat Makna

Keresahan itu ditanggapi oleh Kepala Disbudporapar Ir. Hidayat Syah yang berjanji akan menyampaikannya kepada Walikota Surabaya Eri Cahyadi. Sementara Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, juga menandaskan, “Tolong disampaikan kepada Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Bahwa ada aspirasi yang luar biasa dari para seniman.”

Giring juga mengapresiasi kinerja penyelenggara dalam menyiapkan ARTSUBS 2025. Dia pun optimis pengunjungnya akan mencapai hingga angka 100 ribu. “Kalau tahun lalu sampai 37 ribu pengunjung, tahun ini mudah-mudaha bisa 100 ribu,” ujarnya.

Optimisme ini pula yang membuat mantan vokalis Nidji yang akhirnya terjun ke politik itu berharap ARTSUBS akan jadi mercusuar kesenian di Jawa Timur. “Bahkan mungkin di Indonesia,” tandasnya.

Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini ARTSUBS mengusung tema Material Ways atau Jalan Ragam Materi. Tema tersebut merepresentasikan upaya para seniman dalam menggunakan bahan dan medium sebagai bahasa. Dengan memanfaatkan tema itu, ARTSUBS menyajikan berbagai macam seni rupa bergenre kontemporer Indonesia. Tak hanya sebatas lukisan. Tapi ada videografi dan karya-karya dengan berbagai materi. *