Nekat Rangkul Ariana Grande di Premiere Wicked, Pria Ini Terancam Denda Rp25,6 Juta

Premiere Wicked: For Good di Singapura pada Kamis (13/11) sempat diwarnai insiden tak terduga. Seorang pria nekat melompati pembatas dan merangkul paksa Ariana Grande di tengah keramaian. Aksinya terekam jelas dan langsung viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pria asal Australia bernama Johnson Wen tampak menerobos barisan fotografer dan berlari ke arah Ariana saat para pemain berjalan sambil menyapa penggemar. Cynthia Erivo langsung sigap mendorong Wen menjauh sebelum memeluk Ariana untuk melindunginya.
Momen itu membuat suasana seketika berubah tegang. Ariana terlihat masih sangat terkejut setelah penyusup itu menyentuhnya. Michelle Yeoh dan Cynthia Erivo segera menenangkan Ariana, sementara petugas keamanan menggiring Wen pergi. Meski sempat kacau, acara tetap berlangsung sesuai jadwal.
Baca juga: Bioskop di India Bayar Ganti Rugi Rp12 Juta ke Penonton Karena Tayangkan Iklan Sebelum Film Diputar
Dilansir dari BBC, Wen sempat mengunggah di Instagram bahwa ia sudah bebas setelah ditangkap. Namun, pada Jumat (14/11) siang, pengadilan Singapura resmi menjerat Wen dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Jika terbukti bersalah, Wen bisa dikenai denda hingga S$2.000 atau sekitar Rp25,6 juta. Wen yang tidak didampingi pengacara, berniat untuk mengaku bersalah.
Johnson Wen sendiri dikenal sebagai sosok yang sering membuat onar. Ia menyebut dirinya sebagai ‘Troll Most Hated’ atau ‘Pembuat Onar yang Paling Dibenci’. Di Instagram pribadinya @pyjamamann, Wen memamerkan video dirinya mengacau di berbagai acara, termasuk naik panggung di konser Katy Perry di Sydney pada Juni lalu, serta di konser The Chainsmokers tahun lalu.
Insiden itu memicu kemarahan besar di kalangan masyarakat Singapura, sementara para penggemar Ariana ramai mendesak agar Wen ditangkap atau bahkan dideportasi. Banyak yang menilai tindakannya berbahaya, apalagi Ariana pernah mengalami PTSD setelah tragedi bom Manchester 2017. Beberapa penggemar juga mengkritik keamanan acara yang dinilai kurang sigap, sementara lainnya meminta platform media sosial memblokir video-video Wen. *tes



