STORY

Sudah 16 Tahun Dokter di Cianjur Ini Kerap Gratiskan Pasien yang Berobat ke Kliniknya

dr. Yusuf Nugraha bersama salah satu pasiennya. (Foto: IG/yusufnugraha81)
Fenews

Yusuf Nugraha adalah seorang dokter di Cianjur yang sudah sejak 2008 mendirikan klinik Harapan Sehat. Uniknya, klinik tersebut memiliki beberapa metode pembayaran. Salah satunya adalah ijab kabul atau pasien membayar semampunya. Tak jarang, Yusuf juga menggratiskan semua layanan bagi pasien dari keluarga yang tidak mampu.

Selain metode ijab kabul dan diberikan layanan gratis, pasien juga dapat membayar biaya pengobatan di klinik tersebut dengan mengikrarkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau menukar botol bekas. Meski demikian, Yusuf tetap memberikan pelayanan yang sesuai dengan SOP. Ia mengatakan, fasilitas yang diberikan secara gratis atau berbayar semampu pasien itu mulai dari konsultasi dokter, laboratorium, obat, hingga rawat inap.

“Kemarin kita ada tukang parkir yang berobat punyanya lima ribu, kita terima,” terang Yusuf saat wawancara bersama TV One.

Di samping beberapa pasien yang kurang mampu secara ekonomi, Yusuf mengungkapkan bahwa ada juga pasien yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Dengan begitu, ia tetap membayar biaya pengobatan sesuai dengan nominal yang ditagihkan. Hal inilah yang menjadi salah satu sumber perekonomian di klinik tersebut berjalan. Yusuf menyebutnya sebagai sistem subsidi silang.

Pasalnya, memang tak dapat dipungkiri bahwa selama klinik itu berdiri sejak 2008, berbagai tantangan pun kerap bermunculan. Apalagi, saat awal-awal klinik tersebut buka atau ketika pandemi Covid-19 berlangsung. Dengan adanya jumlah pasien yang lebih banyak dari biasanya, Yusuf pun sempat beberapa kali harus merogoh tabungan pribadinya.

Akan tetapi, ia mengaku bahwa kuasa Tuhan juga sangat membantu ia menjalankan klinik hingga sekarang. “Saya pikir bahwa ini kadang-kadang ada sesuatu yang di luar nalar manusia, ya. Jadi, ketika kita memang takut untuk memberi, ya. Sebetulnya itu hanya ketakutan manusia saja. Sebetulnya di atas sana ada yang mengatur,” tutur Yusuf.

dr. Yusuf Nugraha menerima bingkisan dari keluarga pasien sebagai tanda terima kasih atas perkembangan kesehatannya. (Foto: IG/yusufnugraha81)

Adapun cara Yusuf untuk mengetahui apakah pasiennya memang berasal dari kalangan yang tidak mampu adalah salah satunya dengan dibuktikan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa setempat. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi itu juga memiliki beberapa relawan yang memberikan informasi mengenai kondisi pasien tersebut.

Di balik perjalanan klinik Harapan Sehat yang dirintisnya, Yusuf bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat mengakses fasilitas kesehatan yang layak. Pria yang berusia 44 tahun itu juga menuturkan bahwa ia juga tengah berupaya untuk membantu pemerintah agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Sebagai seorang dokter, kita juga harus memegang teguh yang namanya sumpah dokter. Di mana kita juga harus bisa membantu. Tentu saja membantu itu bisa dengan berbagai cara, bisa dengan menggratiskan biaya konsul, ataupun kalau memang ada kita bisa menggratiskan secara keseluruhan,” ucap Yusuf. *pis