Sering Burnout? Daily Journaling Bisa Jadi Solusi!

Di tengah rutinitas kehidupan yang padat dan banyaknya distraksi dari media sosial, banyak dari kita tanpa sadar mengalami burnout maupun stress berkepanjangan. Untuk menjaga kewarasan jiwa dan raga, banyak orang yang mulai mencari cara sederhana untuk kembali terhubung dengan diri sendiri.
Salah satu cara yang belakangan semakin diminati adalah journaling. Kegiatan ini memiliki berbagai macam jenis, mulai dari daily journaling, junk journaling, art journaling, planner journaling, dan masih banyak lagi. Dari beberapa jenis tersebut, daily journaling bisa menjadi pilihan yang paling mudah untuk dilakukan setiap hari. Tak hanya itu, jenis ini juga menjadi pilihan yang efektif sebagai langkah awal untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

Dilansir dari House of Mahalo, daily journaling merupakan kegiatan menulis tentang pikiran, perasaan, pengalaman, dan refleksi yang dilakukan setiap hari atau setidaknya beberapa kali dalam satu minggu. Journaling dengan jenis ini sangat cocok untuk pemula karena tak membutuhkan barang lain selain buku dan pena.
Selanjutnya, kita memerlukan self-reflection, yakni cara atau proses memahami emosi, pola pikir, dan respons diri terhadap suatu kejadian yang sudah dialami. Jika dilakukan secara bersamaan, kegiatan ini akan membantu seseorang menjadi lebih sadar terhadap diri sendiri, termasuk siapa dirinya dan apa yang penting untuknya.
Baca juga: 8 Permainan Seru yang Bisa Dilakukan saat Ngumpul Bareng Keluarga
Beberapa manfaat yang akan didapatkan jika melakukan journaling dan self-reflection:
- Membantu mengetahui tujuan hidup.
- Mengenali pola emosi dan kebiasaan.
- Mengurangi stress dan overthinking.
- Melatih kejujuran dan kesadaran diri.
Bagaimana cara memulainya?
- Tentukan waktu yang tepat, sediakan waktu yang cukup luang dengan suasana tenang.
- Mulailah menulis apa pun yang ingin ditulis, sesederhana ‘Hari ini aku merasa senang karena telah membantu seorang nenek yang terjatuh dari sepedanya.’
- Jadikan journaling sebagai ruang aman untuk diri sendiri, tulis semuanya dengan jujur.
- Tak perlu memikirkan struktur kalimat, gaya bahasa, maupun diksi. Journaling tak perlu sempurna, konsisten menjadi kuncinya.
Di tengah dunia yang serba cepat, mungkin jeda paling bermakna adalah saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan diri sendiri. Lakukan dengan rutin dan rasakan sendiri perubahan yang perlahan tapi pasti.*aar



