EVENT

Sahabat Gempita Gelar Kontrol Kesehatan Pasca Khitan ABK Didukung Senator DPD RI Asal Jatim

Fenews

Surabaya – Sahabat Gempita menggelar kegiatan kontrol kesehatan pasca khitan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya pada Jumat (5/12/2025). Acara ini menjadi tindaklanjut dari Khitan Massal ABK pada tanggal 30 November 2025 yang diikuti lebih dari seratus peserta, berlangsung hangat dengan dukungan penuh inklusif.

Ketua sekaligus Founder Sahabat Gempita Swara Semesta Yeni Darmawanti menegaskan komitmen Sahabat Gempita dalam memperjuangkan penerimaan ABK di masyarakat. “Saya menginginkan bahwa anak-anak kita ini lebih diterima, lebih tercipta lingkungan inklusif, sehingga mereka dihargai keberadaannya dan bisa berkarya,” tegasnya.

Ia juga memastikan layanan yang diberikan berada di bawah pantauan ahli. “Anak-anak ini sangat istimewa sehingga kita benar-benar memperhatikan kesehatannya serta penangannya pasca khitan, jadi jangan khawatir khitan ceria itu dalam pantauan dan pengawasan nakes profesional,” tambahnya.

Acara dibuka dengan penampilan tari tradisional dari anak-anak penyandang down syndrome dan ADHD, serta penampilan menyanyi dan bermain piano dari penyandang disabilitas tunanetra menambah suasana penuh semangat dan kebanggaan.

Penampilan Tari Remo oleh Penyandang Down Syndrom (Foto: Yessy)

Baca Juga: Gebyar Khitan Gembira: Aksi Nyata Sahabat Gempita Beri Hak Kesehatan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Acara kontrol kesehatan pasca-khitan ini menjadi sangat spesial dengan kehadiran anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Kehadiran beliau menjadi dorongan moral sekaligus penegasan pentingnya dukungan terhadap hak-hak ABK.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia menyoroti bagaimana pemberian hak kesehatan dan pendidikan harus terjamin bagi anak-anak istimewa. Ia mengungkapkan bahwa implementasi sekolah inklusi di Indonesia masih belum optimal, seringkali tidak tersedia di setiap jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA).

“Banyak sekolah umum yang menerima siswa inklusi, tapi tidak mendapatkan atensi khusus seperti SLB. Padahal, tidak semua wilayah punya SLB. Ini kan seharusnya mendapatkan atensi,” ujar putri KH. Maskur Hasyim.

Senator cantik DPD RI asal Jatim menjelaskan bahwa sebagai anggota DPD, ia terus memperjuangkan beberapa isu penting untuk mendukung kegiatan sosial seperti kontrol khitan, mulai dari pemerataan sekolah inklusi di setiap jenjang pendidikan, hingga memastikan sekolah umum yang menerima siswa ABK juga mendapatkan perhatian dan akses beasiswa. Selain itu, ia juga telah menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anak difabel sebagai wujud komitmennya memperluas akses pendidikan yang layak.

Pendaftaran Peserta Kontrol Khitan Sahabat Gempita (Foto: Yessy)

Baca Juga: Komunitas Sahabat Gempita dan Longevitology Surabaya Gelar Bhakti Sosial di Desa Kureksi, Sidoarjo

Keponakan Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya inklusif dan perhatian bagi anak berkebutuhan khusus. Ia mengingatkan bahwa para orang tua yang memiliki anak ABK tidak berjalan sendirian, karena ada banyak orang tua hebat lainnya yang juga berjuang memberikan pendidikan dan kebahagiaan terbaik bagi anak-anak mereka. 

Sebagai tambahan, Ning Lia juga menitipkan harapan untuk keberlanjutan kegiatan yang digagas komunitas. “Untuk Yayasan Gempita, semoga selalu diberi keberkahan dan kemampuan untuk mengadakan kegiatan seperti ini tiap tahun. Dan karena mereka juga punya produk UMKM, semoga masyarakat juga bisa menjadi konsumen aktif dari produk usaha mereka,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari pihak hotel. Hotel Manager Mercure Surabaya Grand Mirama, Irwan Wirahady Kusuma menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata program CSR yang terus digelar.

“Kebetulan kita Mercury Surabaya Grand Mirama ini punya banyak sekali program CSR seperti ini supaya kita atau Akor Grup ini juga bisa mempunyai peran penting di masyarakat seperti ini, dan kita juga memiliki karyawan disabilitas,” imbuhnya.

Kegiatan kontrol khitan ini disambut gembira oleh para orang tua, karena selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, anak-anak juga membawa pulang bingkisan. Salah satu ibu peserta, Titik Kholifa, menyampaikan harapannya yang sejalan dengan harapan banyak orang tua lain yakni agar kegiatan khitan massal dan pendukungnya dapat terus berlanjut.

“Semoga di khitan massal ini sampai seterusnya bisa kayak gini lagi, menjadi kesenangan untuk orang-orang semua,” pungkasnya. (dym/tes)