RELATIONSHIP

Ragam Tipe Attachment Style. Kamu yang Mana?

Pasangan Romantis (Foto: Pinterest/mercydmdmdm)
Fenews

Setiap orang punya cara unik dalam menjalin hubungan romantis. Ada yang percaya diri dalam cinta, ada yang selalu butuh kepastian, ada juga yang memilih menjaga jarak dengan orang yang disayangi. Dalam bidang ilmu Psikologi menyebutnya sebagai attachment style yang dimaksud gaya keterikatan dalam hubungan. 

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh John Bowlby, lalu diperdalam oleh Mary Ainsworth lewat eksperimen ‘Strange Situation’ pada 1970-an. “Perilaku keterikatan itu sepert menangis, tersenyum, atau mendekat pada pengasuh, adalah mekanisme biologis untuk memastikan keamanan anak. Pola ini kemudian membentuk cara kita berhubungan di masa dewasa,” jelas Bowlby (1969) dalam kerangka teorinya.

1. Secure Attachment

Inilah gaya keterikatan yang dianggap paling sehat. Seseorang dengan secure attachment merasa aman karena pasangannya konsisten memberi dukungan. Faktor utama memiliki attachment ini bukan berasal dari pasangan tetapi dari diri sendiri yang sudah penuh dengan kasih sayang. Seseorang dengan tipe ini  juga tumbuh percaya diri sehingga bisa mempercayai orang lain. Kepercayaan yang sudah tertanam menjadikan seseorang ini dapat bergantung ke orang lain tanpa menjadi sepenuhnya bergantung. Selain itu, dapat mengelola emosi dengan baik sehingga menciptakan hubungan yang stabil dengan pasangan. 

2. Anxious-Ambivalent Attachment

Tipe ini juga disebut dengan Anxious Attachment yang sering ditandai rasa cemas berlebihan karena takut ditinggalkan. Seseorang dengan pola ini cenderung clingy dan needy pada pasangan karena khawatir tidak dipedulikan apabila orang lain tidak menanggapinya. Tak hanya itu, tetapi juga mencari validisi yang berlebih dan membutuhkan kabar yang berlebih seperti mudah curiga bila tidak segera mendapat respon secepatnya dari pasangan. 

Pasangan Romantis (foto: Pinterest/lilyspotter)

Baca Juga: Sering Ribut dengan Pasangan? Mungkin Kamu Belum Kenal Conflict Language

3. Avoidant Attachment

Berbanding terbalik dengan gaya Anxious avoidant justru merasa risih ketika terlalu dekat dengan pasangan. Paling terlihat dari seseorang yang memiliki attachment tipe ini adalah adanya permasalah dengan komitmen. Selain itu juga tidak nyaman dengan ungkapan perasaaan sehingga menjaga jarak. Anak yang tumbuh dengan gaya pengasuhan yang dingin atau menolak kebutuhan emosinya cenderung belajar ‘mengabaikan’ kedekatan. Saat dewasa, mereka tampak mandiri, tapi sering kesulitan membuka diri. 

4. Disorganized Attachment

Pola ini dianggap paling kompleks oleh sebagian besar orang yang mendalami bidang ilmu Psikologi. Pasalnya pola ini kombinasi dari Anxious attachment dan Avoidant Attachment. Disorganized attachment juga disebut dengan Fearful Avoidant Attachment. Pola ini menunjukkan perilaku kontradiktif, ingin mendekat tapi takut. Seperti seseorang yang ingin mendapatkan kasih sayang tetapi juga menghindar. Bukan tanpa sebab, ternyata pola ini sering dikaitkan dengan trauma, kekerasan, atau kehilangan pada masa kecil.

Kenapa sih kita harus memahami ini? 

Attachment style bukan hanya soal pola asuh masa kecil tetapi juga perjalanan hidup yang dialami juga menentukan Attachment Stylemu. Riset modern juga menunjukkan gaya keterikatan berpengaruh pada pertemanan, kesehatan mental, dan yang paling sering pada hubungan romantis. Kabar baiknya, pola keterikatan tidak bersifat kaku. Dengan terapi, refleksi diri, atau pengalaman relasi yang sehat, kita bisa beralih menuju gaya keterikatan yang lebih aman. *dym