ENTERTAINMENT

Usai Koma 20 Tahun, ‘Sleeping Prince’ Arab Saudi Akhirnya Tidur untuk Selamanya

Pangeran Khaled Senantiasa Dampingi Sang Putra, Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, Selama Koma 20 Tahun (Foto. X/allah_cure_dede)
Fenews

Pangeran Al-Waleed bin Kaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (19/7) lalu. Sang pangeran telah terbaring selama 20 tahun di atas ranjang di RS King Abdulaziz Riyadh akibat sebuah kecelakaan yang terjadi saat usianya 15 tahun.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh sang ayahanda, Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz, melalui media sosial X @allah_cure_dede. Akun tersebut kerap kali ia gunakan untuk memberi kabar terbaru mengenai perkembangan kondisi putranya hingga akhirnya wafat.

“Dengan hati yang beriman kepada takdir dan ketentuan Allah serta dengan penuh duka cita dan kesedihan, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed bin Khalid bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, rahimahullah, yang telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini,” tulisnya melalui unggahan tersebut, dikutip Rabu (23/7).

Dilansir dari Gulf News, sang pangeran yang biasa dipanggil oleh keluarga dengan Dede meninggal dunia usai koma berkepanjangan sejak 2005. Kala itu, Dede yang berusia 15 tahun tengah menjalani pendidikan militer sebagai kadet di akademi militer London, Inggris. Sayangnya, ia terlibat kecelakaan parah yang menyebabkan sejumlah cedera otak dan perdarahan dalam.

Baca juga: Penyanyi Lagu ‘Pretty Little Baby’ Meninggal Usai Dirawat Karena Nyeri Panggul dan Pneumonia

Selama bertahun-tahun, segala upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa sang pangeran. Berbagai macam perawatan telah dilakukan serta dokter ahli dari berbagai negara seperti Amerika dan Spanyol telah didatangkan, namun kondisinya tak kunjung membaik. Meski tubuhnya kerap kali menunjukkan pergerakan, namun ia tetap tak pernah bangun dari koma.

Tak sedikit orang yang senantiasa berharap sang pangeran akan bangun suatu saat nanti, termasuk ayahnya. Selama 20 tahun, Pangeran Khaled setia menemani sang putra yang terbaring tak berdaya sambil membacakan doa dan mengaji. Sejumlah saran telah diberikan kepadanya, termasuk merelakan kepergian Dede. Walau begitu, ia percaya bahwa dengan kekuasaan tuhan, putranya dapat bangun kembali, meski pada akhirnya ia wafat.

Kepergian sang pangeran meninggalkan luka yang mendalam bagi kerajaan Arab Saudi. Tak terkecuali warganet yang juga mendukungnya. Tagar #SleepingPrince digaungkan di berbagai media sosial untuk mengantar kepergiannya. *kim