Mundurnya Finalis Miss Universe Indonesia 2025, Valery Vall Bongkar Isi Kontrak

Fenews.id – Ajang Miss Universe Indonesia 2025 kembali menjadi sorotan publik. Dua finalis, Olivia Pramaisela dan Sarah Tumiwa, diketahui mengundurkan diri. Keduanya memilih mundur tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik. Namun, Valery Brahmana atau yang dikenal dengan nama Valery Vall, calon finalis yang belum sempat naik ke panggung utama, secara terbuka menyatakan mundur usai melihat isi kontrak yang harus ia tandatangani.
Lewat unggahan story di Instagram pribadinya @valeryvall26_ pada Sabtu (2/8), Valery menyebut bahwa kontrak yang ditawarkan terlalu mengekang dan membebani peserta. Ia menggambarkan kontrak tersebut sebagai “modern slavery” karena berisi kewajiban jangka panjang, denda fantastis bila mengakhiri kontrak, serta aturan yang membuat finalis seolah kehilangan kendali atas kariernya sendiri. Valery juga menyinggung adanya komisi besar yang harus disetorkan ke pihak penyelenggara, serta isu soal peserta “titipan” dan dugaan pemenang yang sudah ditentukan sejak awal.
Pernyataan Valery sontak memicu diskusi luas di media sosial. Banyak yang memuji keberaniannya speak up, berbeda dengan Olivia dan Sarah yang memilih diam. Kehadiran Valery sebagai calon finalis yang menolak terikat sejak awal dianggap membuka mata publik terhadap sisi lain dari dunia kontes kecantikan yang kerap luput dari perhatian. Valery sendiri tahu resiko yang dapat mengancam karir atau citranya. Namun, ia tidak takut akan hal itu. “Menurutku, integritas jauh lebih mahal daripada pencitraan,” ujarnya.

Baca juga: Jadi Kontestan Tertua, Kirana Larasati Ungkap Alasan Ikut Miss Universe Indonesia 2025
Di sisi lain, Kelly Tandiono selaku National Director Miss Universe Indonesia 2025 membantah tuduhan adanya ketidakadilan dalam kontrak. Dilansir dari Kompas, ia menilai ada hal yang janggal, sebab menurutnya ada pihak yang menyuarakan keberatan justru tetap menandatangani kontrak yang sama. Kelly menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang masalah dan lebih memilih untuk fokus mendukung para kontestan yang masih bertahan dalam kompetisi.
Terkait adanya finalis yang memutuskan mundur, Kelly menanggapinya dengan santai. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak pribadi setiap peserta dan tidak membuat organisasi merasa dirugikan.
“Itu haknya mereka kalau memang mereka mau mengundurkan diri, ya enggak apa-apa gitu, karena banyak kandidat lain yang ingin berada di sini dan menunjukkan dedikasi tinggi,” ujar Kelly.
Kontroversi ini menambah panjang daftar polemik Miss Universe Indonesia. Sebelumnya pada 2023, dilansir dari BBC, ajang yang sama sempat heboh dengan laporan dugaan pelecehan seksual dalam proses body checking. Kini, dengan isu kontrak yang kembali ramai diperbincangkan, publik kembali mempertanyakan transparansi dan integritas penyelenggaraan kontes kecantikan bergengsi ini di Indonesia. (red)



