ENTERTAINMENT

Kisah Misterius Alice Guo: Mantan Wali Kota yang Divonis Penjara Seumur Hidup

Fenews

Ada drama besar dari Filipina yang rasanya tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Namanya Alice Guo, sosok penuh misteri yang membuat banyak orang bingung, apakah dia benar-benar warga lokal atau hanya memakai identitas palsu? Pemimpin kota atau agen intelijen Tiongkok?

Kisah penuh plot twist ini sudah menjadi perbincangan nasional selama bertahun-tahun. Dan sekarang, akhirnya muncul kejutan besar, Alice Guo baru saja dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena kasus perdagangan orang dengan ratusan korban. Sebenarnya, siapa Alice Guo yang tengah jadi sorotan ini?

Dilansir dari ABC News, Alice Guo terpilih menjadi Wali Kota Bamban, Tarlac, pada 2022. Awalnya, warga lokal menyebut Guo sebagai pemimpin yang baik dan perhatian. Namun ketenarannya cepat menarik perhatian politisi nasional.

Muncul berbagai kecurigaan bahwa sebenarnya ia adalah warga Tiongkok yang mengganti nama untuk bisa menjadi pejabat publik. Bahkan beberapa senator sempat menduga ia bekerja sebagai mata-mata Tiongkok. Guo dicurigai sebagai mata-mata karena Bamban berlokasi hanya beberapa kilometer dari pangkalan militer Filipina yang juga digunakan Amerika Serikat. 

Selain itu, banyak yang menduga ia terlibat dalam operasi penipuan online dengan skala besar di dekat kantor wali kota. Korbannya kebanyakan warga Tiongkok, negara di mana perjudian daring ilegal. Guo membantah semua tuduhan dan memang tidak pernah didakwa sebagai mata-mata.

Tahun lalu, Presiden Ferdinand Marcos Jr. melarang ratusan operasi game online yang kebanyakan dikelola warga Tiongkok, karena diduga terkait penipuan, penculikan, penyiksaan dan perdagangan orang. Senat Filipina langsung bergerak cepat. Mereka memanggil Guo untuk diperiksa. Karena ia tidak hadir, surat perintah penangkapan pun dikeluarkan.

Yang mengejutkan, sidik jari Guo cocok dengan sidik jari warga Tiongkok bernama Guo Hua Ping. Setelah itu, ia langsung diberhentikan dari jabatan wali kota karena dianggap melakukan pelanggaran berat.

Titik terang kasus ini muncul setelah seorang pekerja berhasil melarikan diri dan melapor. Pada Maret 2024, polisi menggerebek kompleks yang diduga menjadi pusat penipuan online. Hasilnya, ada lebih dari 700 orang dari berbagai negara termasuk Filipina, Indonesia dan Vietnam. Kompleks itu sangat mewah, terdiri dari 36 bangunan, vila eksklusif dan kolam renang besar.

Dokumen yang disita menunjukkan bahwa Guo adalah Presiden perusahaan pemilik kompleks tersebut. Ia sempat kabur dari Filipina dan terdeteksi di Malaysia serta Singapura, sebelum akhirnya ditangkap di Indonesia pada September. 

Alice Guo (tengah) saat dikawal oleh petugas imigrasi di Jakarta, Indonesia, pada September 2024 sebelum deportasi. (Foto.The Guardian)

Baca juga: Nyamar Jadi Aktor Lee Jung-jae, Pria ini Berhasil Menipu Korban hingga Rp6 Miliar

Pada Juni lalu, pengadilan Manila menyatakan bahwa Alice Guo ‘jelas merupakan warga negara Tiongkok’ dan tidak berhak menjabat di Filipina.

Terbaru, pada Kamis (20/11), Guo dinyatakan bersalah karena membantu mendirikan kompleks perjudian ilegal dan terlibat dalam perdagangan manusia. “Mereka menggunakan tanah dan bangunan tersebut untuk menampung para pekerja yang diperdagangkan dan memaksa mereka bekerja sebagai penipu,” tulis pengadilan.

Alice Guo dan tujuh terdakwa lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar denda besar dan ganti rugi kepada para korban. Meskipun Guo masih menyangkal seluruh tuduhan dan bersikeras bahwa ia warga Filipina, keputusan sudah dijatuhkan.

Kasus ini kembali menjadi sorotan nasional. Senator Risa Hontiveros, yang memimpin penyelidikan, langsung menyambut putusan tersebut. “Vonis Alice Guo, alias Guo Hua Ping, adalah kemenangan melawan korupsi, perdagangan manusia, kejahatan siber dan berbagai kejahatan transnasional,” tegasnya.

Hontiveros juga menambahkan, “Filipina bukanlah tempat bermain untuk eksploitasi, infiltrasi, dan spionase!”. Saat ini, Guo masih menghadapi lima kasus lain, termasuk dugaan pencucian uang. *tes