BEAUTY & HEALTH

Kenali Microsleep yang Sering Jadi Penyebab Kecelakaan di Jalan Raya

Ilustrasi Mengantuk Saat Berkendara (Foto. Net)
Fenews

Mengantuk saat berkendara sering menjadi hal yang diabaikan oleh para pengendara. Banyak dari mereka yang berpikir bahwa mengejar waktu untuk sampai di tujuan lebih penting daripada keselamatannya sendiri. Tanpa disadari, mereka akan terlelap untuk beberapa saat sebelum akhirnya menyadari bahwa mereka baru saja tertidur. Kondisi inilah yang disebut microsleep.

Microsleep, menurut dr. Samuel Stemi, M.Biomed, merupakan kondisi di mana seorang pengendara tertidur selama beberapa saat ketika berkendara. “Microsleep adalah waktu tidur yang sangat singkat, berlangsung hanya dalam beberapa detik, biasanya antara satu hingga 30 detik,” ujar pakar fisiologi dari Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, dilansir dari laman IPB, Selasa (7/4).

Ia pun menambahkan bahwa microsleep sering tanpa sadar dilakukan oleh para pengendara. “Hal ini (microsleep, red) terjadi secara tiba-tiba, tanpa disengaja,” tambahnya.

Baca juga: Lari Jarak Jauh di Malam Hari Jadi Tren. Simak Bahayanya!

Meski terkadang dianggap sepele, microsleep sering menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Menurut data dari American Automobile Association (AAA) Foundation untuk Keamanan Lalu Lintas, sekitar 328.000 kecelakaan setiap tahunnya disebabkan oleh para pengendara yang mengantuk, termasuk mereka yang mengalami microsleep. Dari jumlah tersebut, 109.000 kasus mengakibatkan cedera dan 6.400 kasus berakibat fatal.

Dikutip dari Rise Science, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya microsleep. Di antaranya adalah kurang tidur, tidur yang tak berkualitas, efek samping obat-obatan yang dikonsumsi, dan alkohol. Selain itu, kondisi jalan yang monoton dan rute jalan yang sudah biasa dilewati juga sering menjadi penyebab seorang pengendara merasa mengantuk saat berkendara.

Sering menguap saat berkendara menjadi tanda-tanda microsleep yang perlu diwaspadai. Tanda lainnya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2012, meliputi kesulitan untuk membuka mata, kesulitan untuk fokus ke jalan, lupa akan jalan yang baru saja dilalui, hingga oleng tiba-tiba.

Langkah pencegahan yang paling utama untuk mencegah microsleep adalah tidur dengan durasi yang disarankan oleh ahli, yakni minimal enam jam. Tidur yang cukup membuat tubuh lebih siap untuk beraktivitas dengan bugar dan segar di keesokan hari, termasuk berkendara.

Baca juga: Viral Tren Minum Americano untuk Diet. Benarkah Efektif?

Apabila Anda mulai merasa kantuk menyerang saat berkendara, menepilah dan berhenti berkendara sejenak. Jika memungkinkan, carilah minimarket terdekat untuk beristirahat. Belilah kopi maupun cemilan favorit Anda untuk menyegarkan tubuh.

Power nap juga dapat menjadi alternatif jika rasa kantuk sudah tak tertahankan lagi. Tidurlah selama 10–30 menit untuk memberikan otak dan tubuh waktu sejenak untuk beristirahat. Dengan ini, Anda dapat melanjutkan perjalanan tanpa mengantuk. *kim