Jangan Asal Cari Solusi di Internet Saat Sakit. Efeknya Bisa Depresi hingga Gangguan Mental!

Di zaman serba gadget dan gelombang informasi yang besar membuat manusia memilih mencari solusi lewat internet. Termasuk mencari tahu perihal penyakit yang tengah diderita. Alih-alih mendapat jawaban, anda justru akan dihadapkan pada kecemasan karena begitu banyak keterangan, yang mungkin, berbeda antara satu dan lainnya. Kekhawatiran ini disebut cyberchondria.
Menurut Studi dari International Journal of Contemporary Medical Research, 71% individu memilih mendiagnosis sendiri atas kondisi kesehatannya. Dari jumlah tersebut, 60 hingga 80% di antaranya adalah pengguna internet yang mencari informasi secara daring. Lalu sebanyak 77% percaya bahwa bahwa diagnosis itu adalah benadr. Sementara 61% lainnya justru mengalami kecemasan setelah meneliti gejala yang mereka temukan.
Baca Juga: Hasil Riset! Orang yang Tidur dengan Banyak Bantal Cenderung Alami Kecemasan

Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Bau Mulut dan Kiat untuk Mencegahnya!
Dikutip laman Choosing Therapy ada beberapa gejala yang muncul apabila seseorang mengalami cyberchondria. Diantaranya adalah sebagai berikut:
- Pencarian informasi yang kompulsif dan tidak diinginkan
- Kesusahan yang disebabkan oleh perilaku pencarian, termasuk kekhawatiran dan kepanikan
- Banyak waktu dihabiskan untuk mencari tahu secara online
- Mencari kepastian dari orang atau sumber yang berkualifikasi
- Ketidakpercayaan terhadap tenaga medis yang nasihatnya dapat diperoleh secara langsung
Begitu juga dengan tanda-tanda seseorang seseorang yang termasuk cyberchondria menurut Choosing Therapy. Tanda-tanda cyberchondria adalah:
- Gejala yang dialami sebenarnya ringan atau bahkan tidak ada sama sekali
- Menghabiskan waktu beberapa jam per hari mencari informasi online tentang gejala kesehatan ringan yang dialami
- Ketakutan terkena setidaknya satu penyakit serius, dan mungkin beberapa penyakit serius lainnya
- Pencarian secara online justru menyebabkan rasa takut dan cemas, dibandingkan dengan rasa lega
- Peningkatan detak jantung, berkeringat, juga gejala kecemasan lainnya saat mencari informasi
- Pengambilan kesimpulan terburuk tentang kondisi kesehatan yang dimiliki
- Kemungkinan kondisi kesehatan ringan dan tidak berbahaya, seperti kista jinak, tapi hal tersebut terlalu dikhawatirkan
- Asumsi bahwa yang ditemukan secara online adalah akurat dan benar
Melansir dari laman Psych Central, jika Anda telah mengalami depresi atau kecemasan, Anda mungkin juga lebih rentan terhadap cyberchondria karena kondisi kesehatan mental tersebut sudah membuat Anda rentan terhadap kekhawatiran dan perenungan. Sebuah studi pada tahun 2019 menunjukkan bahwa orang dengan low self esteem lebih mungkin mengembangkan cyberchondria. *fie



