Istri Presiden Prancis Menggugat Aktivis AS yang Menuduhnya Bukan Wanita Tulen

Aktivis politik dan podcaster Amerika Serikat Candace Owens baru-baru ini menerima gugatan atas dugaan pencemaran nama baik oleh presiden Prancis Emmanuel Macron beserta sang istri Brigitte Macron pada Kamis (17/7). Gugatan tersebut dilayangkan melalui Pengadilan Tinggi Delaware, Amerika Serikat.
Dilansir dari BBC, Candace yang memiliki kanal podcast di YouTube kerap kali menyebarkan teori konspirasi mengenai berbagai tokoh dunia, salah satunya yakni Brigitte. Ia menuduh sang ibu negara Prancis sebagai transgender dan terlahir sebagai pria dengan nama Jean-Michel Trogneux.
Tak hanya sekali, Candace berulang kali menuduh Brigitte sebagai transgender. Ia bahkan membuat sebuah series di kanal YouTube-nya hanya untuk membahas teori konspirasi mengenai Brigitte yang ia buat.
Emmanuel dan Brigitte tak tinggal diam mendengar tuduhan tak berdasar tersebut. Mereka telah berulang kali mengajak Candace untuk ‘berdamai’. Namun, ajakan tersebut tak pernah digubris sama sekali olehnya. Sebagai ancaman terakhir, keduanya melayangkan gugatan secara resmi kepadanya. Namun, istri George Farmer itu malah dengan tegas menyatakan bahwa dia tetap tak gentar dan akan “mempertaruhkan seluruh reputasi profesionalnya” demi mempertahankan keyakinannya terhadap jenis kelamin Brigitte.
Baca juga: Coldplay Beri ‘Peringatan’ di Konser Pasca Kejadian Kiss Cam
“Kami telah memberinya (Candace, red) segala kesempatan untuk berhenti membuat klaim-klaim tersebut, namun dia menolak,” ungkap Emmanuel dan Brigitte melalui sebuah pernyataan yang dirilis secara resmi oleh pengacara mereka, dikutip Kamis (24/7).
Selain membuat klaim tentang Brigitte, suaminya ternyata juga menjadi sasaran pencemaran nama baik. Candace menuduh Emmanuel sebagai penyuka sesama jenis dan telah di-grooming oleh istrinya karena selisih umur yang terbilang jauh. Ia juga menyebut Emmanuel menjadi presiden berkat rencana rahasia CIA (Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, red).
Sementara itu, dua wanita juga diseret ke pengadilan atas dugaan yang sama seperti Candace pada September 2024. Meski telah dinyatakan bersalah, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan pada awal Juli tahun ini. *kim



