Inspiratif! Dua Wisudawan Cantik Disabilitas di Wisuda Unesa 2025

Ada dua sosok menarik di momen wisuda Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Graha UNESA, Sabtu (30/8). Mereka adalah Salma Shafiyyah dan Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri. Keduanya adalah penyandang disabilitas yang berhasil mendapat gelar sarjana tahun ini.
Salma merupakan mahasiswi tuli Program Studi Tata Rias yang lulus dengan IPK 3,69. Dia juga dinyatakan sebagai salah satu wisudawan terbaik. “Alhamdulillah, teman-teman dengar juga selalu membantu saya. Dosen-dosen pun tak pernah lelah mendukung saya,” ujar Salma saat ditemui di sela-sela acara wisuda.
Selama diwawancara, Salma dibantu oleh Sherlita Restu Khairina, teman seangkatan sekaligus yang jadi penerjemah bahasa Isyarat. Selama empat tahun kuliah, Salma juga sering dibantu teman-temannya yang lain. Menurutnya, lingkungan kampus sangat mendukung bagi mahasiswa disabilitas.

“Waktu pertama masuk kuliah, saya sering sedih. Dosen menjelaskan, saya tidak paham. Tapi teman-teman memberi kesempatan dan mendampingi saya sampai bisa beradaptasi,” tambahnya.
Karena itu Salma berharap pihak UNESA lebih memfasilitasi para disabilitas agar dapat kemudahan dalam proses perkuliahan. “Saya ingin teman-teman tuli berani kuliah. Jangan takut mencoba. Kalau tahun ini belum lulus, tidak apa-apa. Tahun depan coba lagi. Kalian pasti bisa,” kata gadis berusia 23 tahun itu.

Baca Juga: Midtown Residence Surabaya Gelar Pelatihan Table Setup dan Napkin Folding untuk Para Disabilitas
Selain Salma, Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri juga jadi perhatian. Mahasiswa yang biasa disapa Fira itu lulus S1 jurusan Desain Komunikasi Visual. Fira yang juga seorang model itu berhasil membuktikan bahwa seorang penyandang tuli juga bisa sukses, terutama di dunia pendidikan.
“Dulu saya harus pandai mengatur waktu antara kuliah dan karier model. Rasanya capek, tapi saya tahu ini cara saya membuktikan kalau disabilitas bukan penghalang,” tutur Fira saat ditemui kedua orangtuanya.
Meski telah jadi sarjana, Fira mengaku tak tak akan meninggal dunia model yang telah dicintainya. “Saya ingin tetap menjadi model, tapi juga ingin mengajar dan mendampingi teman-teman disabilitas. Supaya mereka tahu, kita juga bisa berprestasi dan berkarya,” ujarnya. *dym



