Ini Alasan Pasangan Suka Silent Treatment dan Cara Menghadapinya!

Silent treatment adalah sikap seseorang untuk memilih diam ketika berhadapan dengan konflik. Sebenarnya meminta waktu untuk menenangkan diri adalah hal yang normal. Namun, jika mendiamkan orang lain tanpa mau komunikasi adalah hal yang tidak baik untuk suatu hubungan.
Orang yang menerima perilaku ini pastinya bakalan merasa cemas, bingung, dan takut karena merasa terasingkan.Tapi, apa benar alasan orang melakukan silent treatment sebatas mau menghindari konflik? coba ketahui alasan orang melakukan silent treatment ini
1. Bingung untuk Menyampaikan Perasaan
Saat menghadapi suatu masalah, orang yang memberikan silent treatment suka merasa bingung harus jelasin dengan kata-kata seperti apa sama orang lain. Kadang salah ngomong malah bikin situasi makin kacau dan memperumit konflik.
Karena itulah, seseorang bersikap diam-diam aja sampai situasinya lebih nyaman buat ngobrolin suatu permasalahan.
2. Menunjukkan Rasa Kesal
Ada saatnya seseorang mau nunjukin rasa kecewa tapi susah ngomongin perasaannya dengan kata-kata. Dengan harapan, orang lain yang menerima silent treatment bakalan cemas, malu, bahkan merasa bersalah. Seakan-akan tindakan tiba-tiba diam dan menghilang bikin orang lain jadi terintimidasi, nih.
3. Malas Memperumit Masalah
Alasan orang melakukan silent treatment yang paling sering yaitu malas memperumit konflik. Ada saatnya orang tidak ingin membawa orang lain ke dalam masalah yang dibuat sendiri.
Apalagi kalau tiba-tiba muncul masalah baru yang nantinya bikin tambah besar.
Nah, dari beberapa alasan diatas. Inilah cara bagaimana mengatasi pasangan suka silent treatment
1. Jangan Buru-Buru Minta Penjelasan
Cara pertama saat menghadapi karakter orang yang marahnya diam adalah dengan bersikap tenang. Jangan buru-buru minta penjelasan, apalagi menyecar terus dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah pasti tidak di jawab.
Biarkan pasanganmu untuk sendiri terlebih dahulu. Lalu Coba ngobrol baik-baik, katakan kalau anda merasa bingung dan sedih jika terus didiamkan dan diabaikan.
2. Cari Sumber Masalah
Setelah mood pasangan membaik, mulailah untuk mencari sumber masalahnya. Selesaikan masalanya pelan-pelan dan mengevaluasi, mana yang harus diperbaiki dan cari cara supaya hal-hal tersebut tidak terulang kembali.
3. Jangan Ragu untuk Meminta Maaf
Kadang-kadang, silent treatment muncul karena salah satu pihak merasa terluka. Jika merasa bahwa pasangan diam seribu bahasa karena kesalahan yang telah dilakukan, tidak ada salahnya untuk mengakui dan meminta maaf.
Namun, pastikan permintaan maaf ini bukan sekadar ungkapan penenang, tapi benar-benar dari hati dan siap untuk memperbaiki kesalahan.
4. Memberi Perhatian
Cara menghadapi pasangan silent treatment berikutnya adalah dengan memberi perhatian. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan hadiah yang ia sukai, supaya pasangan luluh dan mau diajak berinteraksi. *esi



