EVENT

East Java Coffee Night III: Wadah UMKM Kopi Lokal Unjuk Kualitas

East Java Coffee Night III. (Foto. Andini)
Fenews

Grand Inna Tunjungan Surabaya kembali menggelar East Java Coffee Night untuk ketiga kalinya pada 24-26 Oktober 2025 di area Pojok Simpang. Acara tahunan ini menjadi ajang pertemuan bagi para pecinta kopi, barista dan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tahun ini, antusiasme pengunjung semakin tinggi dengan adanya pembagian 2.000 cup kopi gratis, yang dapat dinikmati sepanjang acara.

Berbeda dari dua gelaran sebelumnya, East Java Coffee Night III tahun ini menghadirkan kolaborasi khusus dengan pelaku UMKM. Food and Beverage Manager Grand Inna Tunjungan, Yudi Firmansyah, mengatakan bahwa keterlibatan UMKM menjadi warna baru dalam penyelenggaraan kali ini. “Kalau yang pertama dan kedua belum melibatkan UMKM. Untuk yang ketiga ini saya melibatkan UMKM,” ujar Yudi.

Sebanyak 22 tenant berpartisipasi, terdiri dari 13 komunitas kopi dan 9 pelaku UMKM kuliner. Para peserta datang dengan persiapan matang, mulai dari membawa mesin roasting hingga menampilkan produk terbaik mereka. Tidak hanya menyajikan minuman kopi khas Jawa Timur, tetapi juga berbagai makanan pendamping seperti camilan tradisional dan kudapan modern.

Kopi gratis untuk pengunjung. (Foto. Andini)

Baca juga: Festival Kopi dan EKRAF Jawa Timur 2025 Kembali Digelar di Surabaya

Salah satu keunikan tahun ini adalah sistem pembayaran menggunakan voucher khusus, yang bisa ditukar pengunjung untuk menikmati kopi dan makanan dari setiap stan. “Konsepnya pun berbeda. Mereka tidak langsung membeli ke tenant-tenantnya, tapi mereka harus menukarkan uang voucher dulu dan uang voucher itu nanti akan dibelanjakan di setiap tenan-tenan yang sudah aktif,” jelas Yudi.

Pemilihan fokus pada kopi lokal bukan tanpa alasan. Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Kopi Sedunia dan budaya ngopi di Surabaya dan sekitarnya memang sudah mengakar kuat. Hal inilah yang mendorong pihak penyelenggara untuk memberi ruang bagi para pelaku kopi lokal agar bisa tampil dan dikenal lebih luas. Menariknya, peserta yang terlibat dalam acara ini adalah para petani kopi langsung dan barista profesional yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Antusiasme pengunjung pun tinggi. Selama tiga hari penyelenggaraan, area Grand Inna Tunjungan selalu ramai hingga malam. “Kemarin Jumat bisa closing sampai jam 11 malam. Padahal sampe jam 10 aja acaranya. Kalau kita teruskan bisa sampe jam 12. Karena orang kalau udah ngopi begini pasti ngobrol-ngobrolnya lama ya,” ujarnya.

Yudi berharap acara East Java Coffee Night bisa menjadi wadah yang saling menguntungkan, baik bagi pihak hotel maupun para pelaku UMKM. Acara ini menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas dan totalitas mereka dalam dunia kopi. Dengan antusiasme tinggi, acara tahunan ini diharapkan terus menjadi rumah bagi komunitas kopi untuk berkembang dan berkolaborasi. *tes