Dubai Jadi Negara Pertama sebagai Destinasi Wisata yang Ramah Autis

Ada kabar gembira bagi penyandang disabilitas, terutama autis. Sebab Dubai telah ditetapkan sebagai Destinasi Autis Bersertifikat pertama di Timur Tengah. Pencapaian ini dianugerahkan oleh International Board of Credentialing and Continuing Education Standards (IBCCES), yang memberikan standar global untuk pelatihan dan sertifikasi di bidang autisme, neurodiversitas, dan aksesibilitas.

Dilansir dari laman IBCCES, kota ini telah meningkatkan kesiapannya dengan melatih dan memperlengkapi tenaga kerja serta fasilitasnya untuk mendukung pengunjung autis dan sensitif terhadap sensorik. Upaya ini memastikan pengalaman wisata yang ramah dengan kemudahan akses. Terlebih dengan ruang khusus yang ramah terhadap sensorik, beserta layanan yang dipersonalisasi untuk memenuhi kebutuhan semua pengunjung autis.
Melansir dari laman Autism Travel, beberapa layanan yang akan diberikan Dubai sebagai Destinasi Autis Bersertifikat diantaranya adalah:
- Pusat Autisme Bersertifikat (Certified Autism Centre) di seluruh hotel, objek wisata, pantai umum, dan pusat transportasi.
- Pelatihan staf yang komprehensif untuk melayani pegunjung autis dan mereka yang memiliki kepekaan sensorik.
- Panduan sensorik, alat komunikasi, dan sumber daya perencanaan pra-kedatangan.
Selain itu, lebih dari 127.902 staf telah dilatih di seluruh kota. Juga 82 lokasi telah tersertifikasi di seluruh industri, dan lebih dari 629 -nya telah memulai proses pelatihan dan sertifikasi.
Sebagai kota dengan misi menjadi salah satu kota yang paling mudah diakses di dunia, Dubai ingin menjadi tempat di mana setiap orang, dari keluarga hingga pelancong bisnis merasa diterima dan didukung. Dengan dipimpin oleh Departemen Ekonomi dan Pariwisata, Destinasi Autisme Bersertifikat Dubai mengubah pariwisata menjadi lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua orang, khususnya pengunjung autis dan mereka yang memiliki kepekaan sensorik. Pencapaian ini menyoroti komitmen Dubai pada misinya, dengan komitmen terhadap inklusi dan aksesibilitas.*fie



