ENTERTAINMENT

Diduga Pelecehan dan Bullying Jadi Penyebab Victoria’s Secret Fashion Show Vakum Selama 6 Tahun

para model Victoria Secret (foto.net)
Fenews

Victoria’s Secret Fashion Show kembali digelar setelah vakum selama hampir enam tahun di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (15/10). VS Fashion Show kini hadir dengan citra baru yang lebih inklusif.

Sebelumnya, fashion show yang terkenal dengan konsep angel dalam balutan lingerie dan sayap itu sempat dihentikan pada 2019 akibat berbagai kontroversi.

Pada 2019, Victoria’s Secret mengalami penurunan angka penjualan imbas dari rating buruk dari para penonton terhadap VS Fashion Show. Merek lingerie itu dikritik oleh para pecinta fesyen karena dinilai tak menunjukkan keberagaman dan inklusivitas, serta memiliki standar kecantikan yang terlalu tinggi.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari mantan CMO Victoria’s Secret, Edward Razek bahwa ia menolak masukan untuk melibatkan model transgender, serta menolak model dengan tubuh berukuran besar untuk tampil di VS Fashion Show.

“Mengapa tidak (tidak perlu ada transeksual)? Karena acara ini adalah fantasi. Ini acara hiburan special selama 42 menit,” ujar Rezek dalam sebuah wawancara pada 2019 lalu.

Kontoversi lainnya dimuat oleh New York Times yang menuding Razek dan Victoria’s Secret menerapkan budaya misogini atau bentuk diskriminasi terhadap gender perempuan yang melibatkan kebencian. Tudingan lainnya yakni adanya bullying dan pelecehan.

Tak hanya itu, merk dengan ritel lingerie terbesar yang didirikan sejak 1977 itu juga dikaitkan dengan pengusaha Jeffrey E. Epstein yang terbukti sebagai pelaku kejahatan seksual. Jeffrey yang ditemukan bunuh diri di penjara itu dikatakan punya hubungan dekat dengan VS.

Dikatakan Jeffrey telah mengeksploitasi kedekatannya dengan VS untuk memfasilitasi kepentingannya, termasuk mengaudisi wanita muda untuk menjadi model di rumahnya.

Dengan berbagai kontroversi tersebut, kembalinya VS Fashion Show ini mengundang banyak perhatian para pecinta fesyen. Menurut laporan Body+Soul, VS kini dipimpin oleh para perempuan yang akan mencerminkan pertumbuhan merek tersebut selama enam tahun terakhir melalui fashion show yang digelar.

“Victoria’s Secret Fashion Show akan lebih besar dan lebih baik dari yang pernah dilihat semua orang sebelumnya. Kali ini dirancang untuk menjadi perayaan terkait betapa menakjubkan peragaan busana itu, tetapi melalui lensa Victoria’s Secret saat ini, bukan lensa yang lama,” kata Janie Schaffer, Chief design Officer Victoria’s Secret, dikutip dari Wowen’s Wear Daily, Rabu (16/10).