FASHIONSTORY

Dari Meja Kantor ke Pemilik Butik, Murni Yanti Go International dengan Hand Painting

Murni Yanti, Pemilik Eling Galeri (Foto. Kimi)
Fenews

Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap bukanlah hal mudah. Namun bagi Murni Yanti, langkah tersebut justru menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Dari seorang sekretaris di perusahaan farmasi, ia kini dikenal sebagai pemilik butik Eling Galeri yang karyanya telah melanglang buana ke berbagai negara.

Rasa jenuh dengan rutinitas kerja kantoran membuat Murni mantap mengambil keputusan besar. Meski tak memiliki latar belakang di bidang fashion, ia memilih mengikuti passion-nya dalam merancang busana.

“Dulu saya masih jadi karyawati, sekretaris di perusahaan farmasi. Begitu pulang sabtu-minggu, saya tetap harus kerja. Akhirnya saya pikir saya harus berhenti kerja kantoran tapi tetap punya usaha. Dari situ saya cari jati diri,” ujar Murni kala ditemui Fenews pada sela-sela gelaran fashion show Ramadhan Runway 2026 di BG Junction Mall Surabaya, Minggu (22/2).

Baca juga: Akuntan yang Tekuni Dunia Fashion, Ritha Danisa Siap Tampil di Bangkok

Langkah tersebut ia wujudkan dengan mendirikan butik bernama Eling Galeri pada 2008 silam. Nama ‘Eling’ sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang berarti ‘ingat’. Bagi Murni, kata tersebut menjadi pengingat akan perjuangan dan rintangan yang ia lalui dalam membangun usahanya.

“Supaya ‘Eling’ terus, bahasa Jawa-nya itu ‘Ingat’ terus. Saya ingin membuktikan bahwa dengan keterbatasan yang ada, tapi punya semangat dan kreativitas, kita bisa dikenal. Yang tadinya cuma penjahit, sekarang bisa jadi owner. Yang tadinya tidak berani tampil, sekarang jadi berani,” terang wanita yang kini berusia 63 tahun itu.

Para Model Berjajar Memeragakan Karya Hand Painting Milik Murni Yanti (Foto. Kimi)

Pada awalnya, Murni hanya memproduksi dan menjual handicraft di butiknya yang berlokasi di kawasan Waru, Sidoarjo. Namun, atas saran sang kakak, ia mulai merambah dunia fashion dengan memanfaatkan hobi melukis yang diwarisi dari ayahnya.

“Kebetulan ayah saya dulu kerja kantor tapi hobi melukis. Kakak saya bilang, ‘Coba kamu melukis.’ Saya coba, karena kalau cuma menjahit atau desain biasa, saingannya banyak. Tapi kalau ada unsur lukisan seperti ini, insya Allah orang akan mencari karena ada ciri khasnya,” katanya.

Baca juga: Dimas Mahendra Angkat Kekayaan Budaya Indonesia lewat ‘World of Nusantara’ di Ramadhan Runway 2026

Dari situlah teknik hand painting menjadi identitas Eling Galeri. Di tengah maraknya penggunaan teknik printing, Murni memilih tetap mempertahankan sentuhan lukis tangan sebagai nilai eksklusif produknya.

“Hand painting itu adalah lukis kain. Seperti yang saya pakai ini. Jadi ciri khas Eling Galeri itu ada lukisan kainnya di setiap produk. Pakai tangan, bukan printing,” imbuhnya.

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Karya Murni telah dipamerkan di berbagai belahan dunia, mulai dari Maroko hingga Dubai. Ia bahkan pernah menjadi foto profil majalah di Filipina. Melalui Eling Galeri, Murni tak hanya membangun usaha, tetapi juga membawa misi untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional. *kim