STORY

Bantu Nenek yang Jatuh, Dua Siswi di China Justru Dituntut Ganti Rugi

Ziqing dan Jiayuan saat Menolong Yuhong yang Terjatuh dari Sepeda (Foto. YouTube/AnthonyAn6490)
Fenews

Niat menolong berujung tuntutan. Dua siswi asal Putian, Fujian, China, justru diminta membayar ganti rugi ratusan juta rupiah oleh seorang nenek yang mereka bantu saat terjatuh di jalan.

Dilansir dari Stomp Singapore, kejadian bermula ketika seorang wanita bernama Zhu Yuhong yang tampak mengenakan jaket dan celana berwarna pink pada sebuah rekaman CCTV tengah mengayuh sepedanya melewati mobil yang melaju dari arah berlawanan. Usai berpapasan dengan mobil tersebut, dirinya tiba-tiba jatuh ke arah kiri. Tak lama, dua orang siswi yang melintas tepat setelah Yuhong jatuh dengan sigap berhenti dan membantu dirinya. Kejadian yang terjadi di daerah Chengxiang pada 14 Maret 2025 lalu itu diunggah melalui kanal YouTube AnthonyAn6490.

Alih-alih merespons baik bantuan dari kedua siswi yang diidentifikasi bernama Wang Ziqing dan Zhu Jiayuan, Yuhong justru membuat pengakuan kepada polisi bahwa kemunculan keduanya dengan sebuah sepeda listrik mengejutkannya dan membuatnya terjatuh. Kepolisian daerah Chengxiang mengklasifikasikan kasus tersebut sebagai ‘kecelakaan lalu lintas tanpa kontak’ dan memutuskan bahwa Yuhong bersalah lantaran tak mampu memerhatikan kondisi jalan dengan baik. Selain itu, Ziqing juga dinyatakan bersalah karena mengendarai sepeda listrik secara ilegal di bawah 16 tahun. Jiayuan sendiri sebagai penumpang dibebaskan dari tuduhan.

Usai kasus tersebut viral di media sosial, seorang pengacara bernama Chen Xiaodong membuat sebuah analisis berdasarkan rekaman CCTV tersebut. Ia menyebutkan bahwa kedua siswi memang bersalah pada kasus tersebut.

“Karena sang nenek jatuh saat menghindari kedua siswi tersebut, terdapat sebuah hubungan sebab-akibat yang terjadi. Selain itu, mereka juga melanggar prinsip mengemudi dari sisi kanan yang diatur dalam undang-undang,” ujarnya, mengutip The Chosun Daily.

Baca juga: Hilang 24 Tahun, Wanita Ini Ternyata Masih Hidup dengan Identitas Baru

Berdasarkan penjelasan itu, Yuhong pun tak segan meminta kompensasi kepada para siswi yang menjadi penyebab dirinya terjatuh. Ia menuntut ganti rugi sebesar 224.307,73 yuan atau sekitar Rp510.300.084. Tuntutan tersebut mencakup biaya perawatan rumah sakit selama 12 hari, biaya medis lanjutan, biaya perawatan dan nutrisi, kompensasi cacat, serta ganti rugi atas penderitaan emosional.

Ibu dari salah satu siswi menyatakan pembelaan bahwa putrinya bertindak seperti itu karena semata-mata ingin berbuat baik. Ia juga mengatakan bahwa sang putri saat ini mengalami tekanan psikologis berat dan berpotensi trauma untuk membantu orang yang mengalami kecelakaan serupa.

Sementara itu, kasus antara Yuhong dan kedua siswi terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet China. Ketiganya pun dipanggil untuk mengikuti persidangan yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di Pengadilan Lingchuang di Putian. *kim