Bagaimana April Mop Menjadi Hari Prank Sedunia? Ini Asal Usulnya!

“April Mop!” Kata itulah yang kerap kali kita jumpai setiap tanggal 1 April. Kata tersebut diucapkan usai seseorang memberi lelucon maupun berbohong kepada orang lain. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari tanggal 1 April sebagai hari penuh kebohohan atau prank. Namun, tahukah Anda bagaimana asal usul April Mop menjadi hari prank sedunia? Simak rangkumannya berikut ini.
Sejarah dari April Mop hingga kini sebenarnya belum ditemukan. Namun, seorang ahli cerita rakyat bernama Stephen Winick mengemukakan sejumlah teori yang dapat menjadi asal usul dari tradisi yang dilakukan serentak oleh seluruh orang di dunia itu.
Dilansir dari National Geographic, teori pertama datang dari negara Inggris. Pada abad pertengahan, terdapat seorang penyair bernama Geoffrey Chaucer. Dalam karyanya ‘Nun’s Priest’s Tale’ yang diterbitkan pada 1390, ia menuliskan sebuah cerita tentang seekor ayam dan rubah yang saling membohongi satu sama lain.
Baca juga: 5 Ide Hadiah Untuk Teman Sibuk. Praktis dan Fungsional!
Puisi tersebut menyebutkan prank yang dilakukan keduanya terjadi pada 1 April. Namun, banyak ahli yang percaya bahwa terdapat banyak salah ketik pada teks puisi itu.
Teori selanjutnya berasal dari Prancis. Terdapat sebuah tradisi bernama ‘Poisson d`Avril’ atau yang dalam bahasa Inggris bernama ‘April Fish’. Tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun itu dilakukan dengan menempelkan potongan kertas berbentuk ikan pada punggung orang lain tanpa diketahui. Orang yang menempelkannya harus meneriakkan kata “April Fish!” ketika orang yang ditempeli menyadari perbuatannya.
Tradisi April Fish pun disebutkan dalam sebuah teks karya penyair dan komposer asal Prancis bernama Eloy D’Amerval. Karyanya menjadi bukti bahwa tradisi ini sudah ada sejak abad ke-16.
Baca juga: Tren Pose Pout yang Viral di Kalangan Selebriti Hollywood, Apa Itu?
Teori terakhir yang juga merupakan teori paling populer berkaitan dengan perubahan kalender. Pada 1582 silam, kalender mengalami perubahan dari Julian ke Gregorian. Kedua kalender merayakan tahun baru pada tanggal yang berbeda. Kalender Julian menandai 1 April sebagai tahun baru, sedangkan tahun baru jatuh pada 1 Januari menurut Kalender Gregorian.
Tak semua orang langsung menerima perubahan ini karena terbilang mendadak. Sebagian yang masih menganut Kalender Julian dianggap ketinggalan zaman dan menjadi bahan ejekan. Mereka pun menjadi sasaran lelucon oleh penganut Kalender Gregorian. Hal ini lantas menyebar ke seluruh Eropa dan dipercaya menjadi awal mula dari tradisi April Mop.
Demikianlah sejarah singkat dari April Mop sejak awal mula kemunculannya hingga yang kita percayai kini sebagai hari prank sedunia. Namun, dalam menjahili atau membohongi orang lain tentu ada batasnya. Kita tak boleh berlebihan dalam melakukannya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. *kim



