ENTERTAINMENT

8 Perhiasan Bersejarah Dicuri Dalam 4 Menit di Museum Louvre, Paris

Museum Louvre (Foto. ABC News)
Fenews

Museum Louvre di Paris mendadak ditutup pada Minggu (19/10) setelah terjadi pencurian besar yang bikin heboh dunia. Sekelompok pencuri berhasil membawa kabur delapan perhiasan bersejarah dalam aksi cepat hanya empat menit, tepat di tengah jam buka museum paling terkenal di dunia itu.

Menurut Al Jazeera, sekitar pukul 09.30 waktu setempat, para pelaku memasuki Galerie d’Apollon (Ruang Apolo), area yang menyimpan koleksi perhiasan kerajaan Prancis, lewat sebuah jendela yang mereka akses dengan menggunakan hoist atau alat pengangkat. Aksi mereka berlangsung begitu cepat dan terencana, sebelum kabur dengan motor yang sudah menunggu di luar.

Pihak berwenang menyebut pencuri berjumlah empat orang. Mereka bahkan sempat menjatuhkan satu mahkota saat melarikan diri, yang kemudian ditemukan di luar area museum. Mahkota itu diketahui milik Permaisuri Eugénie, berhiaskan lebih dari seribu berlian dan puluhan zamrud.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, langsung bereaksi lewat media sosial dan menyebut insiden itu sebagai serangan terhadap warisan yang kita cintai. Ia menegaskan bahwa semua pihak sedang bekerja keras untuk menangkap pelaku.

Perhiasan yang berhasil dicuri (Foto. Interpol)

Baca juga: Istri Presiden Prancis Menggugat Aktivis AS yang Menuduhnya Bukan Wanita Tulen

Kementerian Kebudayaan Prancis mengonfirmasi bahwa delapan perhiasan yang dicuri berasal dari era Napoleon, termasuk:

  • Bros pita berlian milik Permaisuri Eugénie.
  • Mahkota milik Permaisuri Eugénie.
  • Anting zamrud dari set perhiasan Marie-Louise.
  • Kalung zamrud dari koleksi Permaisuri Marie-Louise.
  • Anting safir milik Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense.
  • Kalung safir milik Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense.
  • Mahkota safir milik Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense.
  • Bros relikui.

Saksi mata menggambarkan momen pencurian itu seperti adegan film action. “Itu gila, seperti di film Hollywood,” ujar Talia Ocampo, turis asal Amerika yang sedang berada di Louvre saat kejadian.

Menurut laporan, dua pelaku menyamar sebagai pekerja konstruksi dengan rompi kuning, lalu menggunakan alat pemotong kaca untuk masuk lewat jendela menghadap Sungai Seine. Dari mulai memecah kaca sampai melarikan diri, semuanya selesai dalam waktu kurang dari empat menit.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, menyebut para pelaku sebagai ‘profesional’ dan menegaskan bahwa pencurian ini menunjukkan bagaimana kejahatan terorganisir kini menyasar karya seni dan benda bersejarah.

Setelah insiden itu, seluruh pengunjung dievakuasi dan area museum langsung ditutup. Polisi memasang garis pembatas di sekitar piramida kaca ikonik Louvre dan menutup jalan di sepanjang Sungai Seine. Tim forensik kini tengah menelusuri rekaman CCTV dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.

Walau belum ada yang ditangkap, pihak berwenang memastikan pengejaran besar-besaran sedang berlangsung. Sementara itu, dunia seni masih dibuat tercengang oleh keberanian pencurian yang seolah diambil langsung dari naskah film kriminal. *tes